SMP 1 Weleri Jadi Sekolah Simulasi Pembelajaran Tatap Muka

Simulasi pembelajaran tatap muka di SMP Negeri 1 Weleri, Rabu (31/3/2021).

 

HALO KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal akan mengikuti uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) jenjang sekolah menengah secara serentak di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, mulai tanggal 5 April 2021mendatang.

Uji coba dijadwalkan berjalan 5 – 16 April 2021.

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto yang meninjau langsung kegiatan simulasi, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi, di SMP 1 Weleri, Rabu (31/3/2021).

Pembelajaran tatap muka sesuai dengan anjuran Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang serentak dilaksanakan di 35 kabupaten/kota untuk sekolah yang sudah ditunjuk dan sudah memenuhi persyaratan protokol kesehatan.

Bupati melihat langsung kegiatan siswa, mulai dari diantar orang tuanya, kemudian dicek suhu tubuhnya, dan imbauan penggunaan masker dan penutup muka, sampai mencuci tangan saat hendak memasuki kelas masing-masing.

Selain itu, siswa tidak diperkenankan berjabat tangan, baik kepada kepala sekolah maupun guru. Namun cukup menganggukkan kepala sebagai tanda hormat. Baik saat bertemu guru maupun saat memasuki kelas.

Dalam kesempatan tersebut, Dico juga sempat menyapa para siswa menggunakan bahasa Inggris, sekaligus memberi arahan dan pengetahuan, pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan. Bupati juga sempat berdialog dengan para siswa.

Salah satu siswa kelas tujuh, Satrio Adiwibowo mengaku sudah rindu dengan pembelajaran tatap muka. Apalagi sudah setahun belum bertemu guru dan teman-temannya.

“Ya kangen bertemu dengan teman-teman dan ingin bertemu dengan guru. Meski terus mengikuti daring, tapi ada rasa kepingin ketemu dengan teman-teman,” ujarnya.

“Kalau tatap muka, saya bisa bertemu dan bertanya kepada bapak dan ibu guru jika ada kesulitan dalam pelajaran, sekaligus bisa diskusi dengan teman,” imbuhnya.

Hal senada diungkapkan Restu, murid kelas 9 juga mengaku senang jika nanti sekolah dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka.

“Senang jika pembelajaran tatap muka bisa kembali dilakukan, karena lebih pas dibandingkan dengan  pembelajaran melalui Daring. Ya saya berharap, dengan simulasi ini nantinya sekolah bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka untuk seterusnya,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi menjelaskan, saat ini di Kabupaten Kendal ada empat sekolah yang melakukan simulasi PTM.

“Yakni SMP Negeri 1 Weleri, SMA Negeri 1 Kendal, kemudian SMK Negeri 2 Kendal, dan Madrasah Aliyah Negeri Kendal,” jelasnya.

Wahyu menambahkan, ketentuan dalam keputusan untuk melakukan uji coba PTM pada April nanti, dilakukan atas dasar kondisi pandemi di Jawa Tengah yang sudah mulai menurun.

“Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti gejala Covid-19 pada anak-anak. Siswa, guru atau staf sekolah yang menunjukkan gejala tidak boleh datang ke sekolah. Sehingga kami minta kejujuran baik orang tua, guru maupun karyawan jika ada yang sakit untuk memberitahukan ke pihak sekolah dan tidak perlu datang ke sekolah dulu,” imbuhnya.

Dalam pembelajaran tatap muka ini, lanjut Wahyu, tidak semua mata pelajaran diajarkan.

“Di antaranya yang diajarkan adalah mata pelajaran IPA, Kimia dan Matematika. Karena mata pelajaran tersebut kalau memakai daring banyak siswa yang kurang memahami dan merasa kesulitan,” papar Wahyu.

Selain itu, dalam PTM uji coba juga tidak ada jadwal istirahat. Jadi setelah pelajaran langsung pulang.

“Sehingga kami imbau, para siswa untuk membawa bekal makanan dan minuman dari rumah. Sedangkan yang menggunakan jasa antar-jemput, diminta untuk menunggu di luar lingkungan sekolah,” tutup Wahyu.

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kendal, Kustinah menjelaskan, persyaratan untuk persiapan PTM sangat banyak.

Salah satunya, harus mendapat izin orang tua siswa. Selain itu sarana prasarana protokol kesehatan juga harus dipenuhi.

“Pada simulasi ini perkelas diisi oleh 16 siswa, dan pembelajaran dilakukan 2 shift, yaitu pagi dan siang, masing-masing shift terdapat  empat mata pelajaran yang ditempuh dengan waktu 2 jam,” jelas Kustinah.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.