SMK NU 01 Kendal Siap Terapkan MPLS Daring Kepada 430 Peserta Didik Baru

Kepala Sekolah SMK NU 01 Kendal, Muhammad Izudin.

 

HALO KENDAL –  Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) pada tahun ajaran baru 2020/2021 di wilayah Kabupaten Kendal, dilaksanakan mulai Senin depan. Tidak terkecuali SMK NU 01 Kendal.

Kepala Sekolah SMK NU 01 Kendal, Muhammad Izudin mengatakan, pada masa pandemi Covid-19 ini, maka pelaksanaan MPLS secara tatap muka dilarang.

“Kegiatan pengenalan lingkungan sekolah kami pada awal tahun pelajaran 2020/2021 ini, sesuai keputusan pemerintah pusat dan provinsi untuk tatap muka ditiadakan,” ujar Izudin, Sabtu (11/7/2020).

Menurutnya, MPLS secara tatap muka langsung sangat diperlukan, karena peserta didik baru bisa mengenal lingkungan sekolah dan mengenal para pengajar. Begitu juga sebaliknya.

“Sebenarnya bisa, asal dalam pelaksanaan dibatasi jumlah peserta, misal secara shift, dan tetap menjaga protokol kesehatan. Seperti memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak,” terang Izudin.

Meski demikian dirinya mengaku, karena sudah menjadi keputusan pemerintah, pihaknya dan lembaga pendidikan swasta lain mengikuti keputusan pemerintah tersebut.

“Nantinya peserta didik baru akan mengikuti seluruh tahapan MPLS dengan tetap berada di rumah masing-masing,” imbuh Izudin.

Setiap sekolah akan memberikan informasi terkait aplikasi pertemuan virtual yang akan dipergunakan dalam pelaksanaan MPLS secara daring.

“Pelaksanaan MPLS dilakukan secara daring untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19 di lingkungan sekolah,” ungkapnya.

Ditambahkan oleh Izudin, dalam tahun ajaran baru tahun ini, ada 430 peserta didik baru yang mendaftar di SMK NU 01 Kendal. Peminat terbesar ada di jurusan otomotif.

Menurutnya, jurusan ini memang bertujuan untuk mencetak tenaga-tenaga terampil yang andal di bidang perakitan otomotif.

Prospek kerja lulusan otomotif sangat luas, mulai dari bengkel modifikasi, hingga perusahaan-perusahaan otomotif raksasa.

“Apalagi SMK NU 01 Kendal sudah bekerja sama dengan perusahaan otomotif ternama di Indonesia,” jelasnya.

Terkait kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka, pihaknya belum bisa memastikan, kerena menunggu informasi secara resmi dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

“Kami masih menunggu kepastian terkait kapan proses kegiatan belajar mengajar tatap muka bisa dilangsungkan,” pungkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.