Smartfren Salurkan Kuota Belajar dari Pemerintah

Smartfren membagikan bantuan kuota belajar untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen. (Foto: Rilis PT Smartfren Telecom)

 

HALO SEMARANG – Smartfren telah menyalurkan kuota belajar untuk para siswa, guru, mahasiswa dan dosen di seluruh wilayah operasional perusahaan.

Hal ini seiring dengan berlangsungnya gelombang pertama program Kuota Belajar bagi Siswa, Guru, dan Dosen, yang dijalankan Kementerian Pendidikan.

Dalam press release yang disampaikan PT Smartfren Telecom Tbk, Sabtu (17/10), dijelaskan pula bahwa Smartfren telah mengadakan sejumlah inisiatif, antara lain memberi kartu perdana gratis untuk seluruh pelajar serta pengajar yang memerlukannya.

Deputy CEO Mobility Smartfren, Sukaca Purwokardjono mengatakan Smartfren sangat mendukung program pemerintah untuk pembelajaran jarak jauh. Selain itu, sejak awal Smartfren juga selalu aktif mengadakan berbagai insiatif yang membantu kelancaran pendidikan di seluruh wilayah operasionalnya.

“Kami yakin jaringan telekomunikasi Smartfren yang sudah 100% 4G, akan sangat memudahkan pelajar dan tenaga pengajar bertatap muka, belajar, dan mengakses segala kebutuhan sekolah secara online,” kata dia.

Baik bantuan dari pemerintah maupun inisiatif dari Smartfren, diharapkan dapat membantu pelaksanaan pembelajaran jarak jauh, seperti ketersediaan kuota belajar. Apalagi mengingat saat ini metode pembelajaran tersebut, merupakan salah satu alternatif terbaik di tengah pandemi Covid-19.

Sementara itu Isti Chomah Wati, Kepala SMP 1 Rembang, Jawa Tengah, mewakili penerimaan bantuan kartu perdana serta modem Smartfren, mengatakan akan menggunakan bantuan tersebut untuk membantu anak-anak yang membutuhkan.

“Bantuan dari Smartfren membuka peluang untuk kelangsungan dan kelancaran belajar online di SMP 1 Rembang, dan turut menjamin terlaksananya pendidikan yang mencerahkan masa depan bangsa,” kata dia.

Dia juga menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan Smartfren untuk siswa di sekolah itu. Sebelumnya siswa tersebut masih datang ke sekolah untuk mengikuti pelajaran, karena tidak memiliki kuota.

“Sekarang dia juga bisa mengikuti kelas secara online seperti teman-temannya.”

Erna Prasetyowati, Kepala SDN Pakal I, Surabaya yang mewakili penerimaan bantuan di sekolah tersebut, mengatakan bahwa salah satu tantangan terbesar bagi pelaksaan pembelajaran jarak jauh di wilayahnya, adalah persoalan kuota internet dan ketersediaan smartphone.

Untuk sejumlah kecil muridnya yang belum memiliki smartphone, guru akan datang ke rumah murid, membawa materi pelajaran yang dibutuhkan.

Ada pula guru yang harus menunggu sampai malam, agar murid bisa meminjam ponsel pintar orang tua, untuk upload tugas yang diberikan.

“Saya sangat bersyukur, ada Smartfren yang datang membantu kebutuhan siswa. Kebetulan sekali para guru di sini juga banyak yang memakai Smartfren, karena jaringan di sekitar sini stabil. Pembelajaran menjadi lebih mudah karena setiap siswa memiliki kuota untuk mengikuti pembelajaran daring, tidak ada kendala tidak punya kuota lagi,” terang Erna Prasatyowati.

Sementara itu Anasya Fazira, Siswi SMK Al Hasra di Depok, Jawa Barat, yang telah menerima kuota belajar,  mengatakan sangat senang mendapat kuota gratis dari pemerintah, sebesar 35GB.

“Sebelumnya saya harus menyisihkan uang saku untuk beli kuota, tapi sekarang karena dapat kuota gratis jadi bisa lebih lancar mengikuti pembelajaran jarak jauh. Terima kasih banget buat pemerintah dan juga Smartfren karena internetnya lancar dan stabil.”

SDN Pakal II Surabaya, SMPN 1 Rembang, dan SMK Al Hasra hanya tiga dari banyak sekolah yang saat ini telah memperoleh penyaluran bantuan kuota internet subsidi pemerintah serta kartu perdana Smartfren.

Bantuan kuota belajar dari pemerintah masih akan terus berlangsung, dan disalurkan dalam periode 4 bulan, yakni September – Desember 2020 untuk seluruh nomor prabayar maupun pasca bayar Smartfren sesuai ketentuan bantuan kuota internet yang ditetapkan pemerintah. Selain itu, saat ini Smartfren masih terus menyelenggarakan berbagai inisiatif guna membantu menjaga kelancaran pembelajaran jarak jauh.

Sejalan dengan ketentuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, bantuan kuota belajar dari pemerintah, dibagi menjadi dua jenis yakni Kuota Umum yang bisa digunakan mengakses semua aplikasi dan Kuota Belajar yang hanya bisa dipakai mengakses situs serta aplikasi pembelajaran yang ditetapkan pemerintah.

Aplikasi yang bisa diakses menggunakan Kuota Belajar dapat dicek melalui http://kuota-belajar.kemdikbud.go.id.

Pelajar dan pengajar yang belum mendaftarkan diri di penyaluran subsidi kuota periode pertama, masih bisa mendaftarkan diri di periode dua di bulan Oktober.

Caranya hanya dengan mengaktifkan, mendaftarkan, dan menggunakan di jaringan Smartfren yang sudah 100% 4G.

Pelanggan yang telah mendapatkan bantuan Kuota Belajar bagi Siswa, Guru dan Dosen, akan mendapatkan notifikasi SMS. Pelajar yang sudah mempunyai nomor Smartfren, dapat mendaftarkan nomornya ke pihak sekolah untuk mendapatkan bantuan kuota belajar tersebut.

Sementara pelajar yang ingin mendapatkan nomor Smartfren, silakan menghubungi pihak sekolah atau call center Smartfren 888. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.