in

Smart City Dievaluasi, Kepala Diskominfo Klaten : Harus Terus Berinovasi

Kepala Dinas Komunikasi Informasi (Diskominfo) Klaten, Amin Mustofa. (Foto : Klatenkab.go.id)

 

HALO KLATEN – Enam program Klaten Smart City yang lolos uji kemanfaatan kembali dievaluasi Kementerian Komunikasi Informasi (Kemenkominfo).

Kepala Dinas Komunikasi Informasi (Diskominfo) Klaten, Amin Mustofa mengatakan evaluasi tersebut dibutuhkan, untuk mempertahankan program Klaten Smart City yang sudah berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di Kota Bersinar.

Terlebih, Klaten merupakan satu dari 100 kota yang ditunjuk, sebagai proyeksi awal implementasi program dari Pemerintah Pusat ini.

“Penunjukan Klaten sebagai salah satu smart city, merupakan langkah besar dalam pembangunan daerah. Namun langkah ini perlu diiringi dengan kerja keras Organisasi Perangkat Daerah, yang melaksanakan program Klaten Smart City, agar program yang sudah berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Amin Mustofa, dalam rapat evaluasi Klaten Smart City, di Kantor Diskominfo Klaten, Kamis (2/9).

Adapun program inovasi dalam implementasi Klaten Smart City, yakni pertama Sistim Manajemen Administrasi Desa atau Smard dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, mewakili dimensi smart goverment.

Klaten juga memiliki Program Matur Dokter dari Dinas Kesehatan. Program ini mewakili dimensi smart living.

Untuk program ketiga, yakni Sistem Informasi Ketenagakerjaan dan Industri atau Sikendi dari Dinas Perindusterian dan Tenaga Kerja, mewakili dimensi smart economy.

Dalam Klaten Smart City ini, Dinas Komunikasi Informatika mengeluarkan Program Satu Hari Dua Berita atau Sariduta. Inovasi ini mewakili smart branding.

Untuk inovasi kelima, yakni Program Sekolah Sungai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), mewakili dimensi smart enviroment. Adapun inovasi keenam, yakni Program Titip Berkas Arsip Digitalku atau Titip Bandaku dari Dinas Arsip dan Perpustakaan, mewakili dimensi smart society.

“Konsep smart city adalah keterpaduan stakeholder di suatu wilayah, baik pemerintah, dunia usaha, dan kelompok masyarakat dan individu dalam menciptakan iklim layanan yang efektif, efisien, cepat, tepat, dekat serta ditunjang dengan adanya teknologi informasi,” papar Amin, seperti dirilis Klatenkab.go.id.

Selain itu, dengan adanya Program Smart City, OPD dituntut untuk terus mengembangkan inovasi. Sehingga implementasinya terus meningkat serta meningkatkan layanan yang disajikan Pemkab Klaten.

“Dengan adanya smart city, Klaten menjadi perhatian banyak pihak, sehingga harus diiringi dengan inovasi-inovasi. Tujuannya akan meningkatkan kemanfaatan smartcity itu sendiri. Selain itu juga sudah menjadi komitmen Pemkab Klaten setiap tahun haru ada evaluasi dan peningkatan,” kata dia. (HS-08)

Share This

Uji Coba PTM, SMP Negeri 1 Boyolali Terapkan 1 Angkatan per Hari

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Jumat (3/9/2021)