in

SK Segera Ditutup, Satpol PP Kota Semarang Kumpulkan Mucikari

Kepala Satpol PP, Fajar Purwoto mengumpulkan tokoh masyarakat di Resos Argorejo Semarang, Kamis (13/6/2019).

 

HALO SEMARANG – Pemkot Semarang berencana akan segera menutup resos Argorejo atau biasa disebut lokalisasi Sunan Kuning. Penutupan rencananya akan dilaksanakan pertengahan tahun ini, dan diharapkan sekitar 500 pekerja seks komersial yang ada di sana untuk pulang ke daerahnya masing-masing dan tak menjajakan jasanya lagi di Semarang.

Sedangkan pemilik rumah di sana, diharapkan tak lagi menyewakan rumahnya untuk praktik prostitusi lagi.
Untuk rencana penutupan ini, Satpol PP juga mengumpulkan para mucikari, tokoh masyarakat, dan pemilik tempat karaoke yang ada di sana, Kamis (13/6/2019).

Mereka memperoleh penjelasan langsung dari kepala Satpol PP dan Linmas Kota Semarang, Fajar Purwoto yang didampingi stakeholder terkait.

“Ini sebagai bagian dari sosialisasi rencana penutupan. Para pemilik usaha kami kumpulkan dulu untuk diberikan penjelasan. Untuk selanjutnya kami juga akan berikan sosialisasi bagi para pekerja seks komersial yang ada di sana,” kata Fajar Purwoto.

Sebagai informasi, Resosialisasi Argorejo awalnya merupakan komplek pembinaan sosial. Namun kawasan tersebut kemudian berubah menjadi tempat lokalisasi. Seiring adanya kebijakan dari pemerintah pusat, penutupan lokalisasi SK menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus dituntaskan Pemkot Semarang.

Fajar menerangkan, kebijakan penutupan bukan berasal dari Pemkot Semarang melainkan pemerintah pusat. Setelah ditutup, hingga saat ini belum tercetuskan konsep akan diubah menjadi apa kawasan tersebut. Salah satu yang diwacanakan yaitu dijadikan pusat kuliner.

“Kesulitan penutupan SK karena di sana merupakan lahan pribadi. Berbeda dengan kasus Kalijodo, Jakarta atau Doli di Surabaya yang merupakan aset pemerintah. Kami mengutamakan pendekatan dalam upaya penutupan lokalisasi ini. Jadi tak akan ada pembobgkaran rumah kayak kasus penutupan di Doli atau Kalijodo, karena memang rumah di sana merupakan aset pribadi,” katanya.

Sementara Ketua Resos Argorejo, Suwandi yang datang di acara sosialisasi ini menegaskan, pihaknya akan menghormati segala keputusan Pemerintah Kota Semarang dalam menutup lokalisasi Sunan Kuning (SK).

Meski demikian, Suwandi berharap agar pemerintah dapat bersikap bijak sebelum mengambil keputusan. Menurutnya, pemerintah tidak boleh salah langkah dan malah menimbulkan masalah lain yang lebih rumit.

Lebih jauh, Suwandi menerangkan di lokalisasi SK terdapat 486 pekerja seks komersial. Hingga saat ini, seluruh PSK di SK terus mendapatkan pendampingan. Menurutnya, pendampingan terhadap PSK bertujuan agar mereka dapat segera meninggalkan praktik esek-esek.

“Dalam pengambilan kebijakannya pun harus manusiawi. Karena kami di sini juga diakui negara, karena memang di sini bukan lokalisasi. Tapi resosialisasi. Kami juga pegang surat keputusan dari pemerintah daerah untuk pengelolaan resosialisasi ini,” tegasnya.(HS)

Letkol Lek Johni Dilantik Sebagai LO AU Kodam Diponegoro

Objek Wisata Taman Lele Pernah Jadi Ikon Semarang pada Tahun 70-an