in

Siswa SMKN 1 Blora Jurusan Multi Media Diajak Buat Konten Wisata Desa Nglobo

Sejumlah siswa Jurusan Multi Media SMKN 1 Blora, hunting ke lokasi wisata Desa Nglobo, Kecamatan Jiken, untuk membuat konten media sosial. (Foto : Blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Sejumlah siswa Jurusan Multi Media SMKN 1 Blora, diajak hunting ke lokasi wisata Desa Nglobo, Kecamatan Jiken, untuk membuat konten media sosial. Kegiatan itu dalam rangka Praktik Kerja Industri (Prakerin), yang dilaksanakan di Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Blora, Jumat (1/10).

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinkominfo Blora, Ignatius Ary Soesanto S Sos MSi menjelaskan Desa Nglobo dipilih, selain untuk mengedukasi potensi lokal, juga melatih kepekaan dan imajinasi anak dalam membuat tampilan konten media sosial, seperti foto dan video dari lokasi setempat.

“Di Desa Nglobo sedang dirintis pemandian air hangat Plumpung dan ada pula sumur angguk atau sumur minyak. Melalui konten yang dibuat oleh siswa SMKN 1 Blora, diharapkan bisa lebih mempromosikan wisata desa setempat. Apalagi sekarang ini jamannya media sosial, anak-anak, remaja hingga orang tua suka swa foto, tapi ya tetap memperhatikan protokol kesehatan.” jelasnya.

Hal senada disampaikan Dijan Wahjudi SH. Saat masih menjabat Kepala Seksi Media Dalam dan Luar Ruangan (Medal), dia berencana mengajak para siswa yang mengikuti prakerin, untuk membuat konten-konten promosi pariwisata lokal Blora.

“Kebetulan dipilih Desa Nglobo, yang baru-baru ini dikunjungi Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Bapak Abdul Halim Iskandar,” ucapnya.

Sehingga, kata Dijan, merasa termotivasi untuk mengedukasi dan mendorong keterampilan para siswa sesuai bekal dan disipilin ilmu yang dipelajarinya di sekolah.

“Mungkin ini sebagai kenang-kenangan saya secara pribadi, khususnya kepada para siswa yang Prakerin di Dinkominfo, sebelum saya menjalankan tugas dinas di tempat baru. Saya berharap melalui karya yang dibuat para siswa itu bisa menarik perhatian publik untuk berkunjung ke lokasi wisata desa, khususnya di desa Nglobo,” kata Dijan.

Ia menyebut, sangat disayangkan, jika remaja yang asli Blora, justru tidak paham dengan potensi wilayah dan kearifan lokal yang ada di Blora.

“Padahal sangat banyak potensi desa di Blora yang bisa digali dan dipromosikan atau dieksplore melalui media sosial, yang tentu saja tidak kalah menarik dengan yang ada di luar Blora,” ungkapnya.

Kedatangan para siswa jurusan Multi Media SMKN 1 Blora itu disambut positif oleh Kepala Desa Nglobo Pudik Harto.

“Silahkan, dengan senang hati, bahkan berterimakasih kepada adik-adik yang berkenan mengunjungi desa Nglobo. Nanti akan dipandu oleh perangkat desa. Terima kasih kepada Dinas Kominfo Blora yang telah membimbing para siswa membuat karya di desa Nglobo, semoga sinergitas ini akan terus berlanjut,” ucapnya.

Sementara itu Siti, salah satu perangkat desa, dengan senang hati mengantarkan ke lokasi pemandian air hangat Nglobo dan ke sejumlah lokasi sumur angguk (sumur minyak).

Siti menjelaskan, pihaknya menggagas pemandian air hangat itu tujuannya untuk terapi seperti penyakit stroke, asam urat, pegal-pegal dan penyakit kulit.

“Alhamdulilah, dari testimoni banyak pengunjung, kita kan sudah buka mulai sekitar Januari sampai Februari 2021, itu banyak pengunjung yang mengaku sembuh. Bahkan ada pengunjung dari Desa Ketringan menggelar syukuran disini,” terangnya.

Pengunjung yang sudah bertahun-tahun menderita stroke itu setelah merasa sembuh, membawa tumpeng, bahwa makanan mengucapkan syukur setelah melakukan ikhtiar di pemandian air hangat Plumpung.

“Jadi dari mulut ke mulut kan akhirnya semakin banyak yang berkunjung kesini. Alhamdulilah, testimoninya, memang nyata, Meski demikian pengunjung juga harus memperhatikan ketentuan dan peringatan selama berada di pemandian,” kata dia.

Menurut Siti, pihak pemerintah desa mewacakan akan membangun gedung wisata di lokasi setempat. Hanya saja, hingga sekarang belum berani melakukan launching (peluncuran) pemandian air hangat Plumpung karena masih menunggu hasil uji laboratorium air tersebut.

“Kandungan air ini kan secara pasti kita belum tahu. Walaupun sejauh ini belum ada masalah atau komplain dari pengunjung, Cuma secara legalitas kami masih menunggu uji lab itu,” jelasnya.

Elsa Kurniawati, salah satu siswa SMKN 1 Blora mengaku senang dan tertarik. Tidak hanya membuat dokumentasi semata, tetapi juga mengapresiasi semangat kebersamaan warga desa Nglobo dan para relawan dalam mewujudkan desa wisata yang mulai berhasil menarik simpati pengunjung.

“Pokoknya asik, memesona sekali dan kapan-kapan akan datang lagi bersama teman atau keluarga. Terimakasih Pemdes Nglobo dan Dinkominfo Blora,” ucapnya. (HS-08).

Share This

Hadiri Festival “Kita dan Kopi”, Wabup Rembang Akan Kembangkan Kopi Lokal

Launching Logo HUT Ke-104 Karanganyar, Bupati Ingin SDM Unggul dan Produknya Beryaya Saing