in

Sistem Pengendalian Banjir dan Rob di Kota Pekalongan Mulai Digarap

Penandatanganan Kontrak untuk Pekerjaan Pengendalian Banjir dan Rob Sungai Loji-Banger Pekalongan Paket I, II, dan III, serta pekerjaan Supervisi Pengendalian Banjir dan Rob Sungai Loji-Banger Pekalongan, Senin (4/10) di Ruang Rapat Kedungombo BBWS Pemali Juana. (Foto : Pekalongankota.go.id)

 

HALO PEKALONGAN – Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, mulai mengerjakan proyek Pengendalian Banjir dan Rob Sungai Loji-Banger Pekalongan Paket I, II, dan III, serta pekerjaan Supervisi Pengendalian Banjir dan Rob Sungai Loji-Banger Pekalongan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Dani Prasetyo menjelaskan bahwa, pekerjaan Pengendalian Banjir Rob Pekalongan meliputi Paket 1, Paket 2, dan Paket 3 dan dilaksanakan pada tahun anggaran 2021 hingga 2023 mendatang.

Untuk Paket 1 meliputi kolam retensi, pembangunan parapet, pekerjaan bendung gerak, dan pekerjaan regular gate untuk Sistem Sungai Lodji.

Paket 2 meliputi normalisasi Sungai Banger, pembangunan parapet, normalisasi Sungai Gabus, dan tanggul rob. Adapun untuk paket 3, meliputi pemasangan pompa serta pembuatan long storage Sibulanan, sepanjang 2 km dan long storage Susukan dan Celumprit. Pada masing-masing sungai tersebut, BBWS akan memasang sejumlah pompa penyedot air banjir.

“Jadi pekerjaan Paket 1,2,3 ini dikerjakan bersamaan, karena waktu terkontraknya sama yang rencananya selesai pada tahun 2023. Untuk awal pekerjaan ini, difokuskan untuk memindahkan kapal yang memakan waktu kurang lebih 5-6 bulan dan sudah disiapkan kolam tambat labuh seluas 8,2 hektare, oleh Pemkot Pekalongan,” kata Dani, seusai Sosialisasi kepada tokoh masyarakat, terkait rencana pembangunan pengendali banjir dan rob sistem Kali Lodji-Banger, di Rumah Dinas Wali Kota Pekalongan, belum lama.

Menurutnya, setelah tempat berlabuh kapal-kapal itu dipindahkan, BBWS Pemali Juana akan mengerjakan bendung, pemasangan pompa, menormalisasi Sungai Lodji, serta meninggikan tanggul.

“Kontraknya baru kami mulai Senin kemarin,4 Oktober 2021 dan sudah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa untuk pekerjaan ini memang sudah dimulai kami lakukan pekerjaan fisiknya. Semoga masyarakat sepenuhnya mendukung. Kami sudah mulai melakukan survey dan inventarisasi di lapangan,dengan harapan dua tahun ke depan ini semua terselesaikan dengan baik dan tepat waktu,” kata Dani, seperti dirilis Pekalongankota.go.id.

Sebelumnya, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, telah melaksanakan penandatanganan Kontrak, untuk Pekerjaan Pengendalian Banjir dan Rob Sungai Loji-Banger Pekalongan Paket I, II, dan III, serta pekerjaan Supervisi Pengendalian Banjir dan Rob Sungai Loji-Banger Pekalongan, Senin 4 Oktober 2021 lalu, di Ruang Rapat Kedungombo BBWS Pemali Juana.

Penandatanganan kontrak ini menandakan bahwa Pekerjaan Fisik Sistem Pengendalian Banjir dan Rob di Kota Pekalongan telah mulai dikerjakan dengan anggaran  Rp1,24 Triliun.

Sekretaris Daerah Kota Pekalongan Hj Sri Ruminingsih SE MSi menuturkan, sebagaimana dilihat dari proses untuk sosialisasi sekaligus paparan dari BBWS, masyarakat yang selama ini terdampak rob begitu antusias untuk mendukung dan mengharapkan agar program penanggulangan banjir dan rob ini segera bisa dilaksanakan.

Pihaknya bersyukur,semua elemen masyarakat dan instansi terkait lainnya semua sudah memberikan dukungan terkait pembangunan Sistem Pengendalian Banjir dan Rob di Kota Pekalongan.

“Alhamdulillah semua sudah memberikan dukungan dari tokoh masyarakat bahkan mereka siap mendukung, di mana permasalahan banjir dan rob yang kerap melanda Kota Pekalongan ini, memang harus segera ditangani,” kata dia

Sri Ruminingsih juga mengungkapkan kegembiraannya, karena komitmen Pemkot Pekalongan, Pemprov Jawa Tengah, dan Pemerintah Pusat terkait penanggulangan banjir dan rob bisa dilakukan.

Jika nantinya ada hal-hal yang perlu menjadi masukan/evaluasi, dari BBWS juga siap menerima usulan-usulan.

“Namun secara teknis, kami menilai dari BBWS ini sudah terbukti berhasil menangani permasalahan banjir dan rob di berbagai tempat, seperti Semarang dan Demak. Mudah-mudahan keberhasilan penanganan banjir dan rob tersebut juga bisa diterapkan di Kota Pekalongan,” kata dia. (HS-08)

Share This

44 Pemuda Mendaftar Pemilihan Duta Wisata Kota Pekalongan

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, PT CPI dan UNS Resmikan Teaching Farm Closed House