Sispreneur, Strategi Penguatan Peran Perempuan Pelaku UMKM di Masa Pandemi

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga saat menjadi pembicara dalam webinar “Strategi dan Peluang Bagi Perempuan Pelaku Usaha Mikro Go-Digital” sekaligus peluncuran Kelas Inkubasi Sispreneur, Jumat (14/8/2020).

 

HALO BISNIS – Program Sispreneur yang merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dengan PT XL Axiata Tbk, dipercaya bakal menjadi solusi untuk menghadapi tantangan baru sektor ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Program ini nantinya ditujukan bagi kalangan perempuan pelaku usaha mikro, agar bisa mengembangkan usahanya dengan sistem digital.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengatakan, program Sispreuner disiapkan guna menghubungkan perempuan pelaku usaha mikro dengan teknologi digital.

Menurutnya, sasaran program Sispreneur, adalah 200 pelaku usaha mikro binaan lembaga masyarakat mitra Kemen PPPA.

“Saya apresiasi atas sinergi yang telah dibangun antara Kemen PPPA dengan PT XL Axiata Tbk, yang telah menginisiasi Program Sispreneur. Program pelatihan online tentang kewirausahaan ini diharapkan menjadi solusi bagi perempuan menghadapi situasi di tengah pandemi Covid-19,” ujarnya pada webinar “Strategi dan Peluang Bagi Perempuan Pelaku Usaha Mikro Go-Digital” sekaligus peluncuran Kelas Inkubasi Sispreneur, Jumat (14/8/2020).

Bintang menambahkan, potensi dan peran perempuan dalam sektor ekonomi sebagai pelaku usaha sangatlah besar.

Berdasarkan data perkembangan usaha mikro, kecil, menengah, dan besar di Indonesia tahun 2014-2018, dari total usaha yang berjumlah 64 juta unit usaha, 99 persen usaha adalah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sebagian besar dari data itu, digerakkan oleh para perempuan kreatif.

“Sementara berdasarkan hasil survei UKM Indonesia terhadap sekitar 237 responden, selama Covid-19, para pelaku usaha yang masih bertahan dan bahkan mengalami peningkatan omzet, adalah mereka yang menggunakan metode usaha online,” ujarnya.

Bintang menambahkan, saat ini ada pergeseran pola konsumsi masyarakat ke arah digital yang cukup signifikan. Khususnya dalam masa pandemi Covid-19. Untuk itu digitalisasi menuju industri 4.0, menurutnya menjadi sebuah kebutuhan.

“Perdagangan online akan membantu UMKM di Indonesia untuk tumbuh lebih cepat dan menjadi lebih kompetitif. Hal ini dikarenakan pasar online menjangkau konsumen secara lebih luas, mengingat sifatnya yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu,” tuturnya.

UMKM, menurutnya juga mempunyai peran penting dan strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. Untuk itu, perempuan sebagai pelaku usaha dari mayoritas UMKM di Indonesia, sangat berjasa dalam menopang ekonomi bangsa, terutama bagi perempuan pelaku usaha.

“Melalui adaptasi dengan teknologi dan pemanfaatan e-commerce, perempuan penggerak pelaku usaha mikro berpotensi menguasai pasar dan terus memperbesar kontribusi ekonomi bagi bangsa. Melalui kesempatan ini, saya perlu mengingatkan bahwa perempuan melek digital adalah sebuah keharusan di era medern ini,” tuturnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.