Single “Selamat Jalan”, Penghormatan Terakhir Febriansyah Rifqi kepada Kidang Piano

Febriansyah Rifqi.

 

HALO SEMARANG – Kehilangan seorang teman dekat atau sahabat, ternyata mengilhami musisi asal Semarang, Febriansyah Rifqi untuk menulis karya terbarunya yang berjudul ‘Selamat Jalan’.

Kematian Kidang Piano, Musisi Senior Kota Semarang beberapa waktu  lalu, membuat Febrian harus mengalami duka yang mendalam.

“Ya, saya baru saja kehilangan seorang sahabat baik yang telah banyak menginspirasi saya semasa hidupnya,” tutur Febrian dari pers rilis yang diterima halosemarang.id, Rabu (8/7/2020).

Melalui single terbarunya, Febrian berusaha mengalihkan rasa dukanya menjadi semacam penghormatan terakhir kepada sang sahabat.

Seperti karya yang telah dirilis sebelumnya, pada single kali ini Febrian banyak menggunakan metafor dan semiotika. Hal itu tentu saja dilatar belakangi kegemaran Febrian menulis sajak dan puisi.

Tetapi kali ini, Febrian memilih mengemas lagunya dalam konsep unpluged. Dengan petikan gitar dan ritmis yang sederhana, lagu berdurasi empat menit itu terdengar ringan namun dalam.

Pada bait pertama, tergambar bagaimana Febrian melihat kepergian sahabatnya itu diiringi tangis kehilangan yang dia lambangkan sebagai rintik hujan.

Kemudian, Febrian seolah-olah menyaksikan sahabatnya terbang menuju sebuah tempat yang indah dengan balutan cahaya dan meninggalkan bau wangi, yang merupakan perlambang kebaikan-kebaikan sahabatnya semasa hidup.
Febri mengaku dalam proses penulisan lirik lagu tersebut ia lakukan secara spontan, tepat di hari kematian sahabatnya.

“Saya nggak punya niat nulis apapun waktu itu, karena masih sangat berduka. Ide itu muncul begitu saja, kemudian saya tulis dalam waktu tak sampai 5 menit,” katanya.

Sebagai informasi, Febriansyah Rifqi adalah musisi kelahiran Semarang, 11 Februari 1992 yang mengawali karier musiknya bersama Maitreya, sebuah band pop rock di Kota Semarang.

Karena adanya perbedaan visi, Febrian memutuskan untuk bersolo karier.

Tahun 2019 dia merilis single pertamanya ‘Nona Manis’, yang lirik lagunya ia adopsi dari buku antologi puisinya yang berjud Perah Retak terbitan tahun 2018.

Kemudian disusul, single kedua ‘Namun Cinta’ yang liriknya merupakan puisi karya Budi Maryono dalam buku Kuseduh Rindu Suam Kuku Untukmu.

Dalam kepenulisan lirik, Febrian banyak dipengaruhi oleh penyair-penyair ternama Indonesia seperti  Chairil Anwar, Afrizal Malna, Emha Ainun Nadjib, dan lainnya. Sementara Febrian mengaku, pengaruh musiknya banyak ia terima dari Aerosmith, Bon Jovi, Richie Kotzen dan Ipang Lazuardi.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.