in

Singgah Promo Film KAI di Semarang, Kenalkan Wajah Baru dengan Peningkatan Layanan

Jajaran Direksi KAI dan KAI Commuter serta dengan para pemeran film saat di acara peluncuran film di XXI Paragon Mal, Minggu (13/11/2022).

SINGGAH di Semarang, PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan KAI Commuter melakukan promo Film Omnibus Stranger with Memories karya Fajar Nugros bertempat di XXI Paragon Mal, Minggu (13/11/2022). Semarang adalah menjadi kota kelima dari enam kota besar di Indonesia yang disambangi dalam kegiatan Road Show peluncuran film tersebut yang dimulai sejak tanggal 11 sampai 14 November 2022.

Sebelumnya kegiatan yang sama digelar di Bandung, Yogyakarta, Solo dan Surabaya. Dan setelah singgah di Semarang akan berakhir di Jakarta.

Secara umum, film yang diperankan juga oleh pegawai KAI commuter itu, mengedukasi masyarakat dan pelanggan kereta untuk tertib saat berada di stasiun maupun di dalam kereta. Karena dengan bersikap tertib dan empati dengan penumpang lainnya maka akan menambah suasana di dalam kereta menjadi indah dan nyaman.

Hal itu terlihat dari salah satu adegan dimana jika satu orang pelanggan tidak tertib dan menyerobot antrean pelanggan lainnya bisa membuat penumpang lainnya terganggu. Padahal, penumpang lainnya juga punya tujuan yang sama saat menggunakan angkutan massal tersebut. Bahkan, sebenarnya ada pelanggan lainnya yang lebih membutuhkan prioritas untuk mendapatkan tempat duduk, seperti ibu hamil dan lansia. Itulah sekilas cuplikan di film yang disutradarai Fajar Nugros. Dalam film ini dirinya ingin memberikan pesan dan tontonan kepada masyarakat tentang wajah baru KAI, bukan dulu PJKA atau Perumka.

“Dan semua syuting diambil dari perjalanan benar-benar terjadi di lapangan, saya sendiri menggunakan fasilitas angkutan commuter dan mengecek beneran di lapangan dari Serpong ke Jakarta tanah abang, karena itu saya tidak ingin buat film hanya untuk KAI tapi juga kepada penumpang atau pelanggan. Bagaimana pegawai KAI melayani dengan bahagia, tidak hanya ini My job, tapi lebih dari itu,” paparnya, saat ditemui disela-sela acara peluncuran film.

Dirinya juga sengaja memotret perjalanan kelas ekonomi, dan memakai pemeran masinis, pegawai SOP asli, karena menurutnya jika kelas ekonomi layanannya baik, maka kelas di atasnya juga aman.

“Saya road show promo film ini keliling Jawa uniknya dengan kereta, tapi ini pengalaman pertama buat saya untuk dinikmati yang tidak akan terjadi dua kali,” jelasnya.

Direktur KAI Commuter Roppiq Lutzfi Azhar, menjelaskan, di film Omnibus stranger with memories karya Fajar Nugros sedikit banyak mengajarkan kepada pengguna jasa, para millenials untuk memiliki rasa empati, saling peduli dan menghargai. Serta membantu sesama baik di dalam commuterline atau stasiun.

“Film ini hasil kolaborasi dengan induk, karya bentuk komunikasi dengan pelanggan KCI, kalau di Semarang belum bisa mengenal KCI, dan familiar di Jakarta yang mengangkut sebanyak 1 juta orang perharinya,” imbuhnya.

Dikatakan dia, film ini juga ingin memotret pelayanan di KCI, misalnya mulai dari masinis, ppk, dalam rangka pelayanan transportasi.

“Apalagi sutradara merupakan anak dari pegawai kereta api, tidak terlalu sulit beradaptasi, kebetulan kalau ada tambahan bumbu- bumbu seperti kisah cinta, agar lebih mengena lagi. Nantinya akan ada empat seri bentuk film pendek, dokumenter sebagai upaya dari kami berkomunikasi dengan pelanggan kami,” paparnya.

Sementara, Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mengatakan, pembuatan film ini merupakan sesuatu yang baru di KAI.

“Sehingga perlu menggelar road show agar kami dapat memperkenalkan film ini kepada masyarakat lebih dekat lagi. Disamping peluncuran film, kami juga melakukan serangkaian kegiatan sosial di stasiun-stasiun yang kami singgahi,” katanya.

Produksi film tersebut untuk memperingati HUT ke 77 KAI akhir September lalu menyemarakkan G20 dimana KAI ingin menumbuhkan kecintaan dengan transportasi massal kereta api yang ramah energi.

Kegiatan sosial dengan mengajak 15 santri dari Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Al’Ashr Almadani, Kota Bandung yang akan membaca Alquran selama dalam perjalanan.

“Para santri menargetkan dapat melakukan khataman Alquran hingga 11 kali selama jalannya kegiatan,” ungkapnya.

Selain itu, KAI dan KAI Commuter melakukan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan membagi-bagikan berbagai bantuan di sejumlah kota total Rp 640 juta.

Bantuan tersebut di antaranya berupa pemberian motor sampah di Bandung, perbaikan jalan si Sukoharjo, renovasi masjid serta pembangunan ruang kelas baru dan oemagarab sekolah di Malang.
Bantuan yayasan pendidikan di Pemalang, pembuatan jalan dan saluran air serta bantuan pengadaan bak sampah di Tegal, dan bantuan talut di Brebes. (HS-06)

Kapolri Tekankan Brimob Jadi Unsur Penting Pengamanan KTT G20

Antisipasi Potensi Bencana Alam, Kepala BNPB Tinjau Kesiapan BPBD Provinsi Bali Jelang KTT G20