Siaga Bencana, BPBD Batang Siapkan Dana dan Logistik

Petugas Tagana Kabupaten Batang, melakukan simulasi dapur umum. (Foto : jatengprov.go.id)

 

HALO BATANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang, menyiapkan dana lebih dari Rp 800 juta dan logistik, sebagai persiapan menghadapi bencana alam pada musim hujan.

Penjelasan itu disampaikan Kepala BPBD Batang, Ulul Azmi, seusai apel siaga bencana di Jalan Veteran Kabupaten Batang.

Dalam apel siaga yang dihadiri oleh Bupati Batang Wihaji itu, diikuti pula oleh unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang, Polres Batang, dan Kodim 0736/Batang serta jajaran terkait.

Lanjut Ulul, dalam menghadapi kemungkinan bencana alam, pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan, antara lain pengadaan logistik pangan dan nonpangan.

“Saat ini, situasi masih dalam kondisi siaga darurat mulai 1 Oktober 2020 hingga Juni 2021. Untuk itu, Pemkab Batang telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 800 juta. Apabila nanti ada tanggap darurat, menggunakan Dana Tak Terduga (DTT),” kata dia, seperti dirilis Jatengprov.go.id, Selasa  (3/11).

Ulul juga menyatakan telah memetakan beberapa lokasi rawan bencana. Di antaranya rawan banjir di wilayah pantura, seperti di Batang kota, tiga desa di Kecamatan Tulis, lima desa di Kecamatan Gringsing dan dua desa di Kecamatan Kandeman.

“Untuk wilayah selatan yang rawan longsor terdapat di lima kecamatan yakni Tersono, Bawang, Blado, Bandar dan Reban,” kata dia.

Berdasarkan kajian risiko bencana, terdapat sembilan ancaman bahaya yaitu banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin puting beliung, kebakaran hutan, gunung berapi, gelombang tinggi, kekeringan dan gempa bumi.

“BPBD telah bersinergi dengan Layanan Panggilan Darurat 112 selama 24 jam, untuk memberikan pananganan cepat, jika terjadi bencana. Masyarakat juga dapat memanfaatkan posko yang telah disiapkan di kantor BPBD dan tiap-tiap kecamatan.

Fenomena La Nina dapat memunculkan cuaca ekstrem, yang sempat menimbulkan angin puting beliung di Bandar dan Blado hingga menerbangkan genting dari 62 rumah warga,” ungkapnya.

Dia menambahkan, untuk mengantisipasi pergerakan tanah di Desa Jolosekti, BPBD juga telah memasang  alat peringatan dini, sehingga setiap saat dapat memperoleh data tentang kondisi terbaru.

“EWS yang dipasang ada di Desa Gerlang, Pranten, Deles, Jolosekti dan Alat Pendeteksi Gempa dari BMKG di Gringsing,” tandasnya.

Sementara itu Bupati Batang, Wihaji mengatakan daerah rawan banjir terdapat di wilayah utara. Adapun untuk daerah rawan longsor, umumnya berada di dataran yang lebih tinggi di wilayah selatan.

“Dua lokasi itu mempunyai potensi timbulnya bencana, walaupun di titik-titik tertentu juga ada kemungkinan munculnya kejadian luar biasa. Tetapi kesiapan titik potensi bencana ada di dua titik, yaitu utara dan selatan,” kata Bupati Wihaji, seusai meninjau perlengkapan penanganan bencana.

Bupati juga memastikan, untuk melakukan tindakan lebih intensif supaya tidak muncul kembali fenomena penurunan tanah, seperti yang pernah terjadi di Desa Jolosekti beberapa waktu lalu.

“Pemprov Jawa Tengah telah bersinergi dengan Pemkab Batang untuk menangani fenomena tersebut, supaya tidak terjadi hal serupa. Alhamdulillah, sampai hari ini tidak terjadi penurunan lagi,” ungkapnya.

Wihaji menambahkan, pemkab selalu menyiapkan dana tidak terduga setiap tahunnya, untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang dimungkinkan muncul mendekati musim penghujan.

Kapolres Batang, AKBP Edwin Louis Sengka menyampaikan, Polres Batang bersama Kodim Batang segera membangun posko terpadu dengan Forkopimda dan Muspika.

“Di pemda ada 15 kecamatan dan untuk Polres terdapat 12 Polsek. Sehingga kami juga menyiapkan beberapa posko terpadu dalam proses pengamanan tanggap bencana,” bebernya.

Dalam kesempatan yang sama, Kasdim 0736/Batang Mayor Kav Hariyono menyarankan, melalui seremoni ini, hendaknya disiapkan pula segala sesuatunya secara maksimal. Seperti peralatan, personel dan pelatihannya.

“Mudah-mudahan dengan persiapan yang matang, kita siap turun menangani secara cepat,” katanya. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.