Si Pemangsa Tak Mau Bikin Kesalahan yang Sama

Francis Ngannou/dok.

 

HALO SPORT – Francis Ngannou, petarung kelas berat Ultimate Fighting Championship (UFC), tak mau melakukan kesalahan yang sama menjelang duel ulang melawan Stipe Miocic, sang pemegang sabuk kelas berat.

Laga perebutan titel itu akan digelar pada UFC 260 di Las Vegas, AS, 27 Maret mendatang. Pada partai yang terjadi Januari 2018, Ngannou kalah angka mutlak.

Saat itu Stipe tampil efektif dan efisien. Miocic meredam kekuatan petarung berjuluk The Predator (Si Pemangsa) itu dengan selalu menjaga jarak dan melakukan take down.

- Advertisement -

Strategi pilihan Stipe berhasil membuat Francis frustrasi dan gagal memaksimalkan kekuatannya. Berkaca dari hal itu, Si Pemangsa kini memperkuat diri dengan permainan di bawah.

Pertarungan di bawah sangat penting untuk mengimbangi kegesitan Miocic. Ngannou punya pengalaman dalam mengunci lawan.

Dalam debutnya di mixed martial arts (MMA) pada 2013, The Predator menang kuncian atas Rachid Benzina. Kunciannya bahkan nyaris mematahkan lengan Benzina.

Banyak yang terkesan dengan teknik yang digunakan Francis itu. Jika permainan di bawah sudah oke, The Predator bakal sulit dibendung.

Si Pemangsa memiliki power yang luar biasa. Dia seperti monster di oktagon.

Penggemar sangat akrab dengan kekuatan Ngannou yang mampu menggetarkan otak hingga menghajar rahang lawan. ‘’Kali ini saya akan bertarung dengan gaya yang lebih komplet,’’ ungkap pria berusia 34 tahun itu.

Jika ingin menjadi kampiun, Francis tidak boleh ngawur. Dia perlu sabar untuk mendapatkan momentum mengeluarkan tenaganya yang luar biasa.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.