in

Shalat Idul Adha di Masjid Ditiadakan, Hewan Kurban Diantar ke Rumah

Bupati Purworejo RH Agus Bastian SE MM dalam Surat Edaran Nomor 17 Tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Shalat Idul Adha, dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Qurban 1442 H di wilayah PPKM Darurat. (Foto : Purworejokab.go.id)

 

HALO PURWOREJO – Masyarakat Purworejo diminta untuk melaksanakan kegiatan Shalat Idul Adha, di rumah masing-masing. Adapun untuk penyembelihan hewan kurban, dilaksanakan pada 11, 12 dan 13 Dzulhijjah dan pembagian daging dilakukan dengan cara diantar langsung ke rumah warga  untuk menghindari kerumunan.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Kemenag Purworejo H Fatchur Rocman MPdI, dalam sosialisasi secara virtual, mengenai Surat Edaran Nomor 17 Tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Shalat Idul Adha, dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Qurban 1442 H di wilayah PPKM Darurat.

Sosialisasi SE itu dilakukan dalam Forum CVP secara virtual di Command Center, Rabu (14/7) yang mengusung tema pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1442 H di Kabupaten Purworejo di tengah pemberlakuan PPKM Darurat.

Lebih lanjut Fatchur Rocman menjelaskan, pemantauan pelaksanaan rangkaian kegiatan Idul Adha akan dilakukan bersama-sama dengan Kepala KUA dan para penyuluh, dengan terjun ke masing-masing desa dan kecamatan.

Bagi jajaran ASN dan Non ASN di bawah Kemenag, dia secara khusus meminta mereka untuk tidak melanggar SE tersebut.

“Untuk kami, di ASN dan Non ASN di bawah Kemenag, kami larang semuanya untuk melaksanakan bersama-sama di masyarakat. Kami siap menindak bagi ASN dan Non ASN di bawah Kemenag, yang melanggar. Sedangkan bagi masyarakat yang melanggar, diserahkan kepada aparat dan Pemda untuk ditindak,” katanya.

Sementara itu, Bupati Purworejo RH Agus Bastian SE MM saat memberikan arahannya, mengatakan menjelang hari raya Idul Adha akan ada banyak aktivitas bersama yang dilakukan masyarakat.

Aktivitas tersebut sangat mungkin menimbulkan banyak kerumunan, dan berpotensi menjadi sarana transmisi lokal untuk Covid 19.

Di tengah kondisi perkembangan pandemi Covid-19 di Indonesia dan Purworejo pada khususnya yang belum juga mengalami penurunan. Bahkan di beberapa minggu terakhir, terjadi eskalasi penambahan terkonfirmasi positif yang sangat tinggi.

Kondisi ini tentunya dapat menjadi perhatian bersama, yaitu bagaimana agar masyarakat Purworejo tetap dapat menjalankan ibadah menyambut Idul Adha ini dengan baik tanpa berpotensi terjadi eskalasi penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 setelahnya.

Bupati minta agar seluruh masyarakat khususnya warga Purworejo dapat mematuhi pedoman teknis kegiatan pada rangkaian ibadah Idul Adha yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Agama.

“Saya meyakini bahwa pedoman pelaksanaan Idul Adha tadi merupakan langkah terbaik yang diambil oleh pemerintah sebagai bagian dari ikhtiar kita dalam menghadapi pandemi ini,” kata Bupati.

Kepada Camat, Bupati meminta agar pro aktif di wilayah masing-masing dan terus berkoordinasi intens dengan jajaran kewilayahan seperti Danramil dan Kapolsek. Dan juga untuk koordinasi dengan lurah/kepala desa di wilayahnya agar penyelenggaraan ibadah Idul Adha dapat berjalan dengan baik sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan.

“Di tingkat kabupaten, saya minta Satgas Penanggulangan Covid-19 mempersiapkan laporan berjenjang apabila terjadi lonjakan kasus dan teknis lainnya yang perlu segera mendapatkan penanganan. Monitoring, sosialisasi, dan penegakkan protokol kesehatan juga harus tetap dijalankan,” imbuhnya.

Selama PPKM Darurat, Kabupaten Purworejo telah menerapkan kebijakan untuk mematikan PJU selama 24 jam. Hal ini dikandung maksud agar mengurangi mobilitas masyarakat sekaligus menindaklanjuti Instruksi Menko Marives pada rapat koordinasi evaluasi PPKM Darurat Jawa-Bali.

“Saya berharap seluruh masyarakat dapat memaklumi kebijakan tersebut,” kata dia. (HS-08)

Share This

TMMD di Desa Purbayan Selesaikan Jalan Beton 800 Meter

Pekerja Bangunan Dilarikan Ke Rumah Sakit Usai Tersengat Listrik