in

Setyo Watik Manfaatkan Peluang Usaha Dengan Olahan Singkong

Setyo Watik, pemilik Snack Pencok Singkong So What.

 

HALO SEMARANG – Sebagian besar dampak dari pandemi Covid-19 membuat orang harus mampu berpikir dan beradaptasi dengan keadaan. Namun, di tengah dampak itu, muncul peluang yang dapat dimanfaatkan untuk berbisnis.

Peluang itu dimanfaatkan oleh Setyo Watik, salah seorang warga Kelurahan Nongkosawit, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Ia merupakan karyawati di salah satu perusahaan Biro Haji dan Umroh di Kota Semarang.

Adanya penundaan keberangkatan haji selama pandemi Covid-19, telah berdampak pada pekerjaannya. Berawal dari itu, pada bulan Oktober 2020, ia mulai menekuni bisnis kuliner berbahan dasar dari singkong. Produknya MEMILIKI sebutan Snack Pencok Singkong So What.

Mulanya, keisengan meracik pencok singkong mendapat respon positif dari teman-teman. Selanjutnya, Watik tanpa berpikir panjang, memperbanyak produksi pencok singkongnya dan mulai dipasarkan.

“Awalnya hanya membuat lima bungkus pencok singkong, kemudian saya suruh teman-teman untuk mencobanya. Tapi kok malah teman-teman saya bilang pencok singkong buatan saya layak dijual. Akhirnya, produksi saya tambahi dan banyak yang suka ternyata,” kata Watik, Minggu (4/7/2021).

Meskipun telah banyak peminatnya, dalam pemasaran baru dilakukan sekadar dari mulut ke mulut atau melalui relasi pertemanan, dan sebagian dititipkan di warung atau toko.

“Kurang lebih satu bulan saya baru bisa menjual sekira 150 bungkus dengan ukuran kemasan plastik 200 gram. Meski begitu, saya senang hasilnya bisa digunakan untuk tambahan pendapatan. Di satu sisi, senang karena pencok singkong buatan saya laku dijual,” ungkapnya.

Selain pencok singkong, kini Watik melebarkan sayapnya dengan menambah beberapa pencok lainnya. Yaitu, pencok kentang, usus ayam, wader, dan teri.

“Untuk harga bervariasi, tergantung jenis pencok dan ukuran kemasannya. Mulai harga Rp 5.000 hingga Rp 25 ribu. Untuk ukuran tergantung pesanan, kalau ada yang mau beli satu kilogram langsung ya akan saya layani,” terangnya.

Sebagai pengusaha meskipun baru skala rumahan, Watik ingin mengembangkan bisnis Snack Pencok Singkong So What miliknya. Namun ia menyadari bahwa untuk menuju titik keinginannya, masih mengalami kendala, yaitu modal.

“Rencana jangka panjang, saya ingin mengembangkan snack pencok ini. Kalau sekarang, masih menyesuaikan modal yang ada,” tuturnya.

Watik menjelaskan, makna dari merek Snack Pencok Singkong So What. Perihal nama itu, pencok berasal dari bahasa Jawa dari potongan singkong yang tidak beraturan.

“Singkong di pletok-pletok, atau dalam bahasa Indonesia artinya dipotong-potong. Untuk memudahkan melafalkannya jadi pencok. Agar memudahkan mengenalkan produk snack buatan saya, semua snack saya saya kasih nama pencok,” ujarnya.

Sedangkan, untuk penamaan So What, lanjutnya, merupakan gabungan dari nama sang suami dan dirinya. Yakni Sodik dan Watik.

“Nama So What itu sudah ada sejak dulu, saat saya bisnis fesyen distro dari 2004 hingga 2019. Dan memutuskan untuk menutupnya karena kalah dengan toko fesyen online,” tandasnya.(HS)

Share This

Begini Cara Ketua Komisi A DPRD Kendal Hilangkan Kepenatan Di Sela Aktivitas Kerja

Bersepeda Keliling Wilayah, Pilihan Wakil Bupati Kendal Saat Hari Libur