Setujui Penggabungan Kemendikbud dan Kemenristek, Yoyok Sukawi Beri Catatan

Anggota Komisi X DPR RI, Yoyok Sukawi.

 

HALO SEMARANG – Anggota Komisi X DPR RI, AS Sukawijaya mengungkapkan pendapatnya terkait rencana penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) ke dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Sebelumnya, rapat paripurna DPR RI pada Jumat (9/4/2021) telah menyetujui penggabungan dua kementerian tersebut dan menyetujui pembentukan Kementerian Investasi.

Menurut Yoyok Sukawi, penggabungan Kemenristek dan Kemendikbud merupakan langkah yang tepat dari pemerintah supaya dua kementerian tersebut lebih efisien dalam bekerja.

- Advertisement -

Apalagi di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dua kementerian tersebut memang bergabung dan ada direktorat jenderal khusus untuk membidangi riset dan teknologi.

“Sebagai anggota Komisi X yang selama ini bermitra dengan Kemendikbud, saya menyambut baik. Langkah yang tepat dan efisien diambil pemerintah untuk menggabungkan dua kementerian ini,” tandas Yoyok Sukawi di Semarang, Minggu (11/4/2021).

“Dari fungsi pengawasan dan budgeting, DPR juga jadi lebih efisien dan sesuai tupoksinya, sehingga pendidikan dan riset teknologi bisa berjalan beriringan,” imbuh anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat ini.

Namun Yoyok Sukawi juga tetap memberi catatan bahwa Kemendikbud harus siap menerima beban kerja tambahan.

Di tengah pandemi Covid-19, riset dan teknologi juga menjadi salah satu ujung tombak untuk menemukan cara mengatasi pandemi yang sudah berlangsung selama satu tahun lebih ini.

“PR Kemendikbud masih banyak, utamanya terkait pembelajaran tatap muka. Dengan ditambah tugas baru untuk membidangi riset dan teknologi, Kemendikbud juga harus siap untuk terus mendorong adanya riset dan teknologi,” tegas Yoyok Sukawi.

“Kemampuan anak bangsa untuk melakukan riset dan teknologi harus selalu didukung, utamanya di tengah pandemi Covid-19. Riset yang berkaitan dengan penanganan Covid-19 harus digencarkan supaya negara ini berhasil memecahkan masalah sendiri dan lebih mandiri,” pungkasnya.

Dengan bergabungnya Kemenristek ke Kemendikbud, Menristek Bambang Brodjonegoro juga telah mengatakan untuk pamit dari posisinya sejak Jumat lalu. Setelah ini, riset dan teknologi akan menjadi tanggung jawab Mendikbud, Nadiem Makarim.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.