Setiap Pendatang di Sukoharjo Harus Masuk Karantina Lima Hari

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani. (Foto: Jatengprov.go.id)

 

HALO SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani meminta warganya yang berada di luar kota, untuk tidak mudik atau pulang kampung tahun ini. Adapun bagi pendatang yang tetap masuk ke wilayah ini, akan dikarantina selama lima hari, walaupun bisa menunjukkan rapid test antigen dengan hasil negatif.

Penegasan itu disampaikan Etik Suryani, terkait larangan mudik Lebaran 2021. “Bagi warga Sukoharjo yang punya kerabat atau saudara yang lagi merantau, tolong diberitahu untuk tidak mudik terlebih dahulu. Kalau kangen kan bisa video call. Semuanya demi kesehatan karena virus corona tidak terlihat,” kata dia, seperti dirilis Jatengprov.go.id.

Dia meminta masyarakat mendukung kebijakan pemerintah, dengan menunda mudik Lebaran tahun ini. Apalagi biasanya para perantau adalah kelompok berusia muda dan memiliki kekebalan lebih baik, sedangkan yang dikunjungi di Sukoharjo adalah orang tua yang rentan terpapar virus.

“Jangan sampai keinginan untuk bertemu orang tua justru membawa bahaya bagi orang tua yang dicintai. Karena selama perjalanan mudik tidak ada yang tahu sudah terpapar atau membawa virus atau tidak,” ujarnya.

Etik mengatakan, dia telah meminta Satgas Covid tingkat desa hingga RT, untuk intensif memantau wilayah masing-masing. Setiap pendatang dari luar daerah, diminta untuk menunjukkan surat hasil tes swab antigen.

“Jika sudah ada surat pun, pendatang tersebut juga harus dikarantina selama lima hari,” katanya.

Sedangkan pendatang yang tidak bisa menunjukkan surat bebas corona hasil tes swab antigen, harus menjalani karantina selama 14 hari. Ketentuan tersebut berlaku bagi setiap pendatang di Sukoharjo.

“Satgas di tingkat RT harus proaktif jika ada pendatang baru. Semua itu demi kesehatan bersama dan pandemi segera berlalu,” kata dia. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.