in

Setelah Tujuh Tahun, Tim Medis KKHI Makkah Kembali Lakukan Operasi

Tim medis KKHI Makkah melakukan operasi di ruang tindakan. (Foto : sehatnegeriku.kemkes.go.id).

 

HALO SEMARANG – Setelah tujuh tahun, tim medis Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, baru-baru ini kembali melakukan tindakan operasi. Bahkan dalam satu rentetan waktu, tim melakukan tiga operasi secara berurutan, di ruang tindakan KKHI Makkah.

“Ini adalah operasi pertama kami, setelah terakhir dilakukan di tahun 2015,” kata Kepala KKHI Makkah, dr Andi Ardjuna Sakti, seperti dirilis sehatnegeriku.kemkes.go.id.

Dokter spesialis bedah umum KKHI Makkah, Caesa Rizkha Febryane mengatakan bahwa jenis operasi yang dilakukan, masuk kategori sedang. Mulai dari herniotomi, apendiktomi, dan insisi drainase abses.

“Kami yang melakukan operasi, sepakat maksimal yang sifatnya masuk kategori sedang. Terkait kondisi emergency memang harus kami lakukan,” kata dokter Caesa.

Operasi dilakukan secara berurutan, dimulai dengan operasi hernia, kemudian dilanjutkan operasi usus buntu atau apendiktomi, dan terakhir insisi drainase abses untuk pasien dengan infeksi pada fungsi alat geraknya.

Jadwal operasi ditentukan sedemikian rupa, secara berurutan mulai dari jenis operasi yang bersih sampai bersih tercemar, dengan tujuan efisiensi dan efektivitas waktu.

“Kami pilah-pilah operasi dengan menentukan jadwal operasi, mulai dari operasi yang memang operasi bersih sampai ke operasi kotor, itu kita lakukan di belakang,” tambah Caesa.

Setelah tiga operasi selesai dilakukan, akan dilakukan sterilisasi ruangan, untuk kemudian dimanfaatkan untuk kegiatan operasi lainnya.

Tindakan pertama yaitu herniotomi atau operasi hernia, pada Kamis (30/6) pukul 19.20 waktu Arab Saudi (WAS), selama 25 menit. Segera setelah itu, pasien dimasukkan ke ruang ICU untuk dilakukan observasi.

“Jumat kondisi pasien sudah stabil dan sudah pindah ke ruangan perawatan,” kata dokter spesialis anestesi, Hendra Syamsidi Zahani yang tergabung dalam tim operasi.

Tindakan kedua yaitu Apendiktomi atau operasi usus buntu yang dilakukan dengan durasi kurang lebih 50 menit.

“Kalau terlambat penanganan bisa operasi besar. Tepat keputusan dilakukan operasi,” kata Hendra.

Setelah dilakukan operasi, pasien juga dilakukan observasi di ruang ICU. Menurut dr. Hendra kondisi pasien sudah stabil dan Jumat kemarin sudah bisa berkomunikasi dengan baik.

“Kita pindahkan ke ruang rawat biasa,” tambahnya.

Sementara tindakan ketiga, yaitu operasi insisi drainase abses pada pasien dengan luka infeksi di tungkai kaki.

“Setelah selesai tindakan debridemen, pasien langsung dikembalikan ke bangsal,” ujar Hendra.

Kepala Pusat Kesehatan Haji, dokter Budi Sylvana MARS menyatakan sangat mengapresiasi semangat, kemauan, dan kemampuan dari tim dokter KKHI, dalam melaksanakan operasi di tengah situasi dan kondisi yang ada.

“Dengan segala macam kegawatdaruratannya, operasi berjalan dengan lancar. Para dokter dengan segala keterbatasan, berani melakukan operasi, sangat apresiasi” ujar Budi. (HS-08)

Sekda Jepara Ajak PNS yang Pensiun Agar Tak Lupa Bahagia

Westlife Resmi Umumkan Konser di Indonesia pada 24 dan 25 September 2022, Dapatkan Tiket Resminya di Tiket.com