Setelah Dibina Selama Enam Bulan, Enam WPS Asal Semarang Diantarkan Pulang ke Keluarganya

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Semarang, Tri Waluyo memberi arahan kepada para WPS yang hendak dipulangkan setelah menjalani rehabilitasi.

 

HALO SEMARANG – Dinas Sosial Kota Semarang bersama Tim Penjangkau Dinsos (TPD) memulangkan enam Wanita Pekerja Susila (WPS) ke keluarga mereka masing-masing, setelah mendapat pembinaan di Panti Wahyudyatama Surakarta selama enam bulan.

Sebelumnya, para WPS itu menjajakan dirinya di sekitar Stasiun Puncol dan terjaring razia oleh Satpol PP dan Dinas Sosial, dan dibina oleh Dinas Sosial Provinsi Jateng.

Sebelum diantarkan pulang, keenam WPS itu diberikan pengarahan terlebih dahulu di kantor Dinas Sosial Kota Semarang pada Selasa (4/8/2020).

Hal itu dilakukan untuk memastikan para WPS tersebut tidak turun lagi ke jalan dan mau mengubah hidupnya.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Semarang, Tri Waluyo mengatakan, saat diantar pulang nanti, pihak Dinsos akan terus memantau perkembangan mereka.

“Mereka semua nanti kami antar pulang ke keluarga masing-masing dan akan kami bina sampai mereka mendapat mata pencaharian yang lebih baik,” ujar Tri Waluyo.

Menurutnya, pada masa pandemi ini jumlah WPS yang mangkal secara liar semakin banyak, sehingga pihaknya akan terus melakukan razia dan kemudian membina mereka.

“Kami akan terus mengawasi mereka dan akan berupaya melakukan pembinaan agar mereka menemukan kehidupan yang lebih baik,” jelasnya.

Sementara koordinator Tim Penjangkau Dinsos, Dwi Supratiwi mengatakan, jumlah WPS di Kota Semarang belum berkurang meskipun lokalisasi Sunan Kuning dan Gambilangu sudah ditutup.

Maka dari itu, pihaknya bersama tim akan selalu mengadvokasi para WPS agar bisa membina mereka.

“Jumlah mereka sekarang puluhan, ada yang menjajakan diri di jalan dan freelance,” jelasnya.

TPD juga bekerja sama dengan kelompok-kelompok pendampingan lainnya untuk mengawasi keberadaan WPS ini.

“Keberadaan mereka sekarang cenderung liar dan tak terorganisir, jadi kami harus berkomunikasi dengan kelompok-kelompok pendamping yang lain,” pungkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.