in

Setelah 30 Tahun Penantian, Kendal Akhirnya Kembali Raih Adipura

Tugu di depan Mapolres Kendal sebagai penanda diraihnya Adipura untuk Kabupaten Kendal pada tahun 1994 silam.

HALO KENDAL – Setelah 30 tahun penantian, yaitu terakhir pada 1994, Pemerintah Kabupaten Kendal akhirnya berhasil meraih kembali penghargaan Adipura, yang rencananya akan diserahkan di Jakarta, Selasa besok (5/3).

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (4/3/2024). Dikatakan, keberangkatannya dengan kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal, dalam rangka untuk menerima sertifikat Adipura.

“Keberangkatan kami berdua dengan Kepala Dinas LH adalah untuk menerima sertifikat Adipura. Di mana setelah puluhan tahun kita tidak menerima penghargaan tersebut,” ujarnya.

Wabup mengaku, seandainya menerima piagam Adipura, maka akan diarak keliling Kendal. Namun saat ini hanya menerima sertifikatnya saja.

“Ya seandainya yang kita terima itu piala Adipura akan kita arak se-Kendal. Tapi karena besok yang kita terima hanya sertifikatnya dulu. Untuk piala atau piagam akan diserahkan di kesempatan yang lain,” ungkapnya.

Wabup mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas peran serta masyarakat dalam ikut menjaga dan melestarikan lingkungan.

“Sehingga kita mampu kembali meraih penghargaan Adipura dari pemerintah pusat. Semoga kita dapat mempertahankan piala Adipura ini, dan setiap tahun kita selalu mampu meraihnya,” tandas Windu Suko Basuki.

Terpisah, Kepala DLH Kendal, Aris Irwanto menjelaskan, penghargaan Adipura merupakan apresiasi dari pemerintah atas kinerja dari daerah dalam menjaga keindahan, keteduhan, kehijauan di kota kecil.

Dikatakan, penilaian bukan secara keseluruhan wilayah Kendal, namun kepada spot-spot atau area tertentu yang diajukan.

Aris mencontohkan, untuk kawasan perkantoran di Kendal, yaitu Setda Kendal, Kantor DLH, dan Kantor PUPR. Kemudian untuk sekolah, yaitu di SD Pegulon, SMPN 1 Kendal dan SMAN 1 Kendal.

“Untuk area perdagangan yang kita ajukan ada Pasar Kendal dan untuk terminal, yang kita ajukan yaitu terminal antar kota yaitu di Pasar Kendal juga,” bebernya.

Untuk area permukiman, lanjut Aris, pihaknya mengajukan perumahan yang ada di jalan Stadion Utama Kendal dan salah satu perumahan di RSS Langenharjo Kendal.

“Selain itu ada juga untuk penilaian bank sampah, yaitu Bank Sampah Kutoharjo Kaliwungu, Bank Induk Sampah di RSS Langenharjo, dan Bank Sampah Sekolah di SMAN 1 Kendal,” lanjutnya.

Untuk penilaian Adipura terkait sungai, kata Kepala DLH Kendal, pihaknya mengajukan sepanjang sungai Kalibuntu Kendal hingga RSS Langenharjo.

“Sedangkan untuk area kesehatan, itu ada RSUD dr H Soewondo Kendal dan Puskesmas Kendal 2 di Karangsari. Kemudian untuk TPA adalah TPA baru di Darupono,” imbuh Aris.

Dijelaskan, untuk penilaian TPA baru Darupono mendapatkan nilai lebih karena telah menerapkan controlled landfill. Yaitu bukan hanya sekedar menumpuk sampah dan dibiarkan, tapi ada upaya untuk menutup dengan tanah.

“Cara pengelolaan sampah nya adalah dengan menimbun sampah, lalu diratakan dan dipadatkan. Kemudian sampah pada waktu tertentu akan ditutup dengan lapisan tanah,” jelas Aris.

Diharapkan ke depan, untuk penilaian selanjutnya, perlu adanya perhatian banyak dari Pemkab Kendal, terutama dalam pembenahan atau perbaikan fasilitas yang ada di tempat pembuangan akhir (TPA). (HS-06)

Pemkot Semarang Siap Libatkan Pakar dan Akademisi untuk Pengendalian Banjir

Konten Hoax Soal Pemilu Meningkat, Ini Himbauan Polda Jateng