Server Overload, Dispendukcapil Batang Belum Bisa Terbitkan E-KTP

Foto ilustrasi E-KTP.

 

HALO BATANG – Ratusan warga di Kabupaten Batang, tertunda untuk bisa memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP).

Hal ini terjadi akibat server Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) setempat mengalami gangguan, yang menyebabkan proses perekaman tidak bisa lagi dilakukan.

Hal ini banyak dikeluhkan warga. Pasalnya, saat ini dalam pencairan bantuan sosial, syaratnya penerima harus membawa E-KTP.

Suasana riuh terlihat di salah satu ruang perekaman dan pencetakan E-KTP di kantor pelayanan Kecamatan Gringsing. Para petugas tidak bisa melayani masyarakat dan hanya mengerjakan kegiatan lainya.

Salah seorang warga Desa Lebo, Kecamatan Gringsing, Nur Faiza mengungkapkan, E-KTP dibutuhkan untuk mengambil bantuan akibat pandemi Covid-19.

Dari pihak Pemerintah Desa Lebo memang meminta warga yang belum melengkapi syarat pengambilan bantuan sosial dari pemerintah, untuk meminta menerbitkan KTP atau biodata.

“Namun setelah sampai ke kantor kecamatan tidak mendapatkan apa-apa. Saya sudah membawa foto copy KK dan KTP lama, namun dari petugas tidak bisa melayani dikarenakan alat yang digunakan untuk perekaman E-KTP saat ini rusak,” katanya.

Minimnya informasi adanya kerusakan alat perekaman membuat warga kecewa. Apalagi mereka menyempatkan datang di tengah aktivitas harian.

Hal senada juga disampaikan oleh warga lain, Achmad Farikhul, warga Lebo. Dirinya mengaku sudah jauh-jauh ke kantor kecamatan, namun harus pulang dengan tangan kosong.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Batang, Abdul Rahman mengatakan, sejak awal pekan lalu server di kantor pusat, yakni Capil Batang tengah diadakan perbaikan berkala.

“Karena hardisk sebelumnya sudah over kapasitas, sehingga tengah dilakukan pemindahan data dengan alat baru yang menyebabkan tidak bisa melakukan perekaman E-KTP,” jelasnya.

Sebagai pengganti, warga bisa meminta kartu tanda pendudukan sementara.

“Setidaknya dalam sehari rata-rata yang mengajukan permohonan perekaman data antara 100 sampai 150 warga. Saat ini terpaksa belum bisa dilayani. Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan ini. Insya-Allah pekan depan kembali normal semua,” pungkas Abdul Rahman.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.