in

Sering Digunakan dalam Masa Wabah, Istilah Karantina dan Isolasi Berbeda Makna

Sumber : Covid19.go.id

 

HALO SEMARANG – Sejak wabah korona terjadi di Indonesia tahun lalu, istilah karantina dan isolasi pun banyak digunakan. Walaupun sama-sama berkaitan erat dengan upaya mengurangi penyebaran risiko Covid-19, namun kedua istilah tersebut memiliki makna berbeda.

Karantina adalah upaya memisahkan seseorang yang terpapar Covid-19 dari riwayat kontak atau riwayat bepergian ke wilayah yang telah terjadi transmisi komunitas, meskipun orang tersebut belum menunjukkan gejala apapun atau sedang dalam masa inkubasi.

Seperti dirilis Covid19.go.id, seseorang dinyatakan selesai karantina, apabila exit test pada hari kelima memberikan hasil negatif. Jika exit test positif, maka orang tersebut dinyatakan sebagai kasus terkonfirmasi Covid-19 dan harus menjalani isolasi. Jika exit test tidak dilakukan, maka karantina harus dilakukan selama 14 hari.

Adapun isolasi, adalah upaya memisahkan seseorang yang sakit Covid-19 dan membutuhkan perawatan, atau orang yang terkonfirmasi Covid-19, dari orang yang sehat. Ini bertujuan untuk mengurangi risiko penularan.

Kriteria selesai isolasi dan sembuh pada kasus terkonfirmasi Covid-19, menggunakan gejala sebagai patokan utama. Pada kasus terkonfirmasi yang tidak bergejala (asimtomatik), isolasi dilakukan selama sekurang-kurangnya 10 hari, sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi.

Adapun pada kasus terkonfirmasi yang bergejala, isolasi dilakukan selama 10 hari, sejak muncul gejala, ditambah dengan sekurang-kurangnya 3 hari bebas gejala demam dan gangguan pernapasan. Sehingga, untuk kasus-kasus yang mengalami gejala selama 10 hari atau kurang, harus menjalani isolasi selama 13 hari. (HS-08)

Bahas Kerja Sama PMB dengan PEM Akamigas Cepu, Pemkab Berencana Beri Beasiswa

Balitbangkes RI Pastikan 13 ABK Kapal Asing Terinfeksi Virus Corona Varian India