Sering Bepergian ke Luar Kota Memperbesar Risiko Terkena Covid-19

Ilustrasi : Setkab.go.id

 

HALO KLATEN – Orang yang sering melakukan aktivitas di luar rumah, terlebih ditambah sering pergi ke luar kota, terutama ke daerah dengan tingkat persebaran yang tinggi, lebih berisiko terkena Covid-19. Karena itu salah satu cara untuk mengurangi penyebaran Covid-19, adalah mengurangi antivitas di luar rumah.

Hal itu diungkapkan juru bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan (Satgas PP) Covid-19 Kabupaten Klaten, Cahyono Widodo, seperti dirilis Klatenkab.go.id, Senin (4/1)

Dia mengatakan wabah Covid-19 sampai bulan ke sepulah Januari 2021 ini belum juga memperlihatkan tanda-tanda penurunan. Beberapa daerah masih menunjukan gejala peningkatan, tak terkecuali di Bumi Klaten Bersinar.

Masyarakat diwajibkan terus waspada dan menghindari faktor – faktor resiko yang mungkin terjadi.

Terhitung sampai hari terakhir 2020, sebanyak 3.196 warga Klaten terkonfirmasi covid 19 dan 140 kasus lainnya dinyatakan meninggal dunia.

Faktor utama penyebab penularan covid 19 itu, kata Cahyono Widodo disebabkan oleh tiga faktor. Masing – masing adalah kerumunan, mobilitas dan kontak erat.

“Dari penambahan tersebut (per 31/12) ternyata 7 kasus di antaranya terpapar pada saat beraktivitas sehari-hari di Klaten. Sebanyak 5 kasus terpapar pada saat berada di luar daerah, sedangkan lainnya merupakan kontak erat dari kasus terkonfirmasi Covid-19 sebelumnya,” jelasnya.

Cahyono juga mengingatkan agar warga tetap waspada dan menghindari aktifitas kerumunan yang beresiko terjadi penularan.

Hal ini bukan saja melindungi diri sendiri tapi juga keluarga terdekat yang sangat mungkin terpapar dari anggota keluarga yang lain saat bepergiaan keluar rumah.

Menurut dia, penyebab penularan covid 19 itu disebabkan oleh tiga faktor resiko. Masing – masing adalah aktifitas seharian, mobilitas keluar kota dan terpapar akibat kontak erat.

Semakin tinggi aktifitas diluar rumah, apalagi ditambah dengan frekuensi mobilitas keluar kota terutama daerah merah. Hal ini menjadi faktor utama penyebab sekaligus resiko tinggi munculnya penularan baru.

Hal ini diperburuk jika protokol kesehatan itu tidak dilakukan dengan ketat terutama di lingkungan rumah. Cuci tangan, pemakaian masker, makan di sembarang tempat sampai pakaian yang digunakan sewaktu keluar rumah dan tidak dilakukan sesuai protokol kesehatan bisa menjadi faktor penyebab.

“Tetap berada di rumah, jika terpaksa keluar rumah wajib menggunakan masker, hindari kerumunan. Jangan lupa terapkan pola hidup bersih dan sehat” tandasnya. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.