in

Serbuan Vaksin, Ribuan Mahasiswa di Kota Pekalongan Antusias Disuntik

Sekretaris Daerah Kota Pekalongan, Hj Sri Ruminingsih SE Msi saat memberikan sambutan dalam vaksinasi massal kepada ribuan mahasiswa Universitas Pekalongan (Unikal), di halaman kampus tersebut, Rabu (25/8). (Foto : Pekalongankota.go.id)

 

HALO PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan, bersama Polres Pekalongan Kota, Kodim 0710/Pekalongan, dan Universitas Pekalongan (Unikal), melakukan vaksinasi kepada ribuan mahasiswa perguruan tinggi tersebut, bertempat di halaman kampus, Rabu (25/8).

Hadir Sekretaris Daerah Kota Pekalongan, Hj Sri Ruminingsih SE MSi; Kapolres Pekalongan Kota, AKBP M Irwan Susanto SIK SH MH; Kasdim 0710/Pekalongan, Mayor Inf Raji; Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Dr Slamet Budiyanto SKM Kes; Rektor Unikal, Suryani SH Mhum; ribuan mahasiswa dan masyarakat umum.

Sekretaris Daerah Kota Pekalongan Hj Sri Ruminingsih SE Msi, mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Pekalongan, mengapresiasi kegiatan serbuan vaksinasi secara gotong-royong, yang disambut antusias dari peserta ini.

Dengan adanya program vaksinasi ini, masyarakat Kota Pekalongan bisa terlindungi dari virus Covid-19. Sehingga bisa segera tercapai herd immunity.

Sekda Ning juga menyebutkan, sekarang ini Kota Pekalongan sudah mampu keluar dari zona merah. Hal ini terbukti dengan kasus positif di Kota Batik tersebut yang sudah jauh berkurang.

“Kondisi kasus Covid-19 di Kota Pekalongan saat ini, Alhamdulillah sudah relatif membaik dan menurun kasusnya. Yang terkonfirmasi positif dan menjalani isolasi mandiri (isoman) sekarang ada  37 orang, pasien dirawat 12 orang jauh lebih sedikit dari sebelumnya yang sampai 350-400 orang. Kemudian, BOR rumah sakit juga sudah semakin menurun, BOR ICU hanya 50 persen dan BOR Non ICU hanya 18,18 persen,” kata dia, seperti dirilis Pekalongankota.go.id.

Menurutnya, jumlah masyarakat di Kota Pekalongan yang harus divaksin sekitar  238 ribu jiwa. Mereka termasuk kalangan umur 5-17 tahun.

Pemerintah Kota Pekalongan, juga terus berusaha agar seluruh masyarakat Kota Pekalongan bisa segera divaksin. Sebelumnya, Pemkot Pekalongan juga telah melaksanakan vaksinasi untuk ibu hamil dan difabel.

Sementara, untuk kalangan lansia dan masyarakat umum juga masih terus berjalan. Ke depannya, semoga bisa segera dilaksanakan vaksinasi untuk para remaja dan pelajar untuk persiapan sekolah tatap muka (PTM).

“Capaian vaksinasi di Kota Pekalongan sejauh ini untuk dosis pertama sudah lebih dari 30 persen, sementara, untuk dosis kedua sebesar 19 persen. Mudah-mudahan dengan program serbuan vaksinasi secara gotong-royong ini, kita makin bisa mempercepat upaya untuk peningkatan cakupan vaksin paling tidak 70-80 persen,” kata dia.

Sementara itu, Rektor Unikal, Suryani SH MHum, menjelaskan meskipun Gubernur Jawa Tengah dan Pemerintah Kota Pekalongan, belum memberikan instruksi mengenai Pembelajaran Tatap Muka di masa pandemi saat ini.

Namun pelaksanaan serbuan vaksinasi yang digelar hari ini di Kampus Unikal ini  sebagai langkah persiapan pelaksanaan kuliah tatap muka khususnya di Universitas Pekalongan atau Unikal.

“Untuk vaksinasi bagi dosen dan karyawan sudah semua, yang belum mahasiswa, namun mahasiswa kami berasal dari berbagai daerah kemungkinan juga mereka di daerahnya sudah tervaksin. Kami data tetapi laporan terakhir kami belum dapat siapa yang sudah tervaksin dan siapa yang belum,” ungkap Suryani.

Menurut Suryani, dari total 6.400 mahasiswa, yang saat ini sudah mendaftar vaksinasi Covid-19 sampai hari ini ada lebih dari 2.500 mahasiswa, di mana ribuan mahasiswa lainnya juga dimungkinkan sudah mengikuti vaksinasi di daerahnya masing-masing.

“Kegiatan vaksinasi yang menyasar ribuan mahasiswa kami ini, sebagai rencana pelaksanaan kuliah tatap muka, di mana yang akan diutamakan melakukan pembelajaran secara langsung adalah bagi mata kuliah atau jurusan yang mengharuskan adanya praktik di laboratorium,” kata dia.

Syarat pembelajaran tatap muka bagi mahasiswa, antara lain harus sudah mendapatkan dua dosis vaksin Covid-19. Dia berharap semua mahasiswa sudah tervaksin, sehingga proses PTM relatif aman, walaupun dengan kapasitas maksimal 50 persen.

“Kota Pekalongan saat ini sudah masuk level 3, berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri. Insya Allah mudah-mudahan dalam waktu dekat, Bapak Gubernur Jawa Tengah juga sudah mengizinkan PTM,” tandasnya. (HS-08)

Share This

Dindagkop UKM Kota Pekalongan Bakal Gelar Pelatihan Ekspor

Masyarakat Kota Pekalongan Mulai Abai Prokes, Satpol PP Bakal Galakkan Operasi