Serap Tenaga Kerja, Hartopo Apresiasi Pembukaan Supermarket Bangunan

Pembukaan Supermarket Bangunan MJS Depo Murah. (Foto : kuduskab.go.id)

 

HALO KUDUS – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo mengapresiasi pembukaan Supermarket Bangunan MJS Depo Murah di Jalan Sunan Muria, Kudus.

Menurut dia, kehadiran supermarket tersebut mampu memperluas lapangan kerja, sehingga dapat menyerap tenaga kerja dari masyarakat Kudus.

“Harapan kami pun, hal ini dapat menambah lapangan kerja dan meningkatkan PAD Kabupaten Kudus,” ujarnya saat meresmikan pembukaan Supermarket Bangunan MJS Depo Murah di Jalan Sunan Muria No 66, Sabtu (24/10), seperti dirilis kuduskab.go.id.

Usai pembukaan, Hartopo beserta para tamu undangan, melihat produk yang ditawarkan di supermarket. Dia menilai produk yang dijual rata-rata memiliki kualitas dengan harga bersaing.

Dengan hadirnya MJS Depo Murah, masyarakat Kudus tidak perlu lagi pergi ke luar kota untuk melengkapi kebutuhan bahan bangunan atau peralatan elektronik.

“Sangat representatif, tempatnya luas dan barang-barang di dalam branded, sehingga kualitasnya baik. Harapan kami, masyarakat Kudus yang mau membeli kebutuhan bahan bangunan atau barang elektronik tidak perlu keluar kota, karena di sini sudah komplet,” ujarnya.

Hartopo juga mengingatkan agar pengelola toko disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, baik pada pekerja, maupun pengunjung. Pihak pengelola juga wajib selalu menyediakan tempat cuci tangan, mengecek suhu tubuh, memakai masker, serta jaga jarak.

“Terakhir, saya minta pendisiplinan penerapan protokol kesehatan harus dilakukan mulai dari pihak pengelola hingga pengujung. Harus disiplin protokol kesehatan sesuai dengan Perbup 41 Tahun 2020 yang jadi acuan kita bersama,” kata dia.

Sementara itu seperti diketahui, pandemi Covid-19 telah mengakibatkan banyak pekerja formal dan nonformal di Tanah Air terdampak. Sebagian harus kehilangan pekerjaan karena perusahaan gulung tikar. Ada pula yang dirumahkan atau mengalami pengurangan waktu kerja serta penghasilan.

Berdasarkan data Kemnaker, yang dirilis kemnaker.go.id, hingga 31 Juli 2020, pekerja formal dan informal di Indonesia yang terdampak Covid-19 mencapai lebih dari 3,5 juta. Adapun data yang sudah di-cleansing atau dihimpun per nama dan alamat oleh Kemnaker dan BPJS Ketenagakerjaan, mencapai 2.146.667 orang.

Data yang sudah cleansing tersebut terdiri atas pekerja formal yang dirumahkan mencapai 1.132.117 orang dan pekerja formal yang di-PHK mencapai 383.645 orang. Adapun untuk pekerja sektor informal yang terdampak, mencapai 630.905 orang.

Dengan adanya jumlah tenaga kerja terdampak yang sedemikian banyak itu, ditambah para lulusan sekolah dan perguruan tinggi, mendorong Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah untuk membantu mengupayakan penyediaan lapangan kerja.

Sementara itu pemilik MJS Depo Murah Group, Luthfi mengatakan bahwa tokonya siap menyediakan kebutuhan bahan bangunan hingga peralatan elektronik yang berkualitas dan murah bagi masyarakat Kudus.

Dikarenakan, pihaknya bekerja sama langsung dengan supplier-supplier yang sebagian besar berasal dari Jakarta. Mengingat pandemi yang masih terjadi, pihaknya berkomitmen untuk menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas di supermarket.

“Kami menghadirkan supplier-supplier yang sebagian besar berasal dari Jakarta. Mudah-mudahan atas bantuan dan dukungan dari bapak ibu, kami dapat berkembang lebih baik lagi sehingga dapat menambah cabang-cabang berikutnya,” ujarnya. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.