in

Serahkan Santunan Kematian, Bupati Pati Larang Adanya Potongan

Bupati Pati, Haryanto secara simbolis menyerahkan santunan kematian tahap III, kepada 166 ahli waris, Rabu (25/8) di Pendopo Kabupaten Pati. (Foto : Patikab.go.id)

 

HALO PATI – Bupati Pati Haryanto mewanti-wanti para perangkat desa yang mendampingi warga mengambil santunan kematian, untuk tidak meminta jatah. Sebaliknya, mereka bisa beramal dengan menambahi santunan tersebut.

Wanti-wanti itu disampaikan Bupati Pati, dalam acara penyerahan santunan kematian tahap III, kepada 166 ahli waris, Rabu (25/8) di Pendopo Kabupaten Pati.

“Kalau perangkat desa mengantarkan, ya jangan sampai mengurangi hak dari penerima. Kalau perlu malah ditambah. Benar itu, jangan sampai terjadi. Selain itu, mengurus santunan kematian seperti ini lebih mudah, gampang dan tidak ada potongan,” kata dia, seperti dirilis Patikab.go.id.

Dalam kegiatan itu, Bupati Pati Haryanto menyampaikan rasa syukur, karena Pemkab dapat meringankan duka cita keluarga penerima, melalui penyerahan santunan kematian ini. Dia juga mengajak agar para ahli waris, untuk tidak terlalu larut dalam kesedihan.

“Yang namanya kematian itu kan tidak ada yang tahu kapan datangnya. Oleh karena itu, bagi keluarga atau ahli waris yang ditinggalkan, jangan sedih berlarut-larut,” ungkapnya.

Bupati juga mengatakan santunan kematian Rp 1 juta tersebut, merupakan hak para ahli waris, untuk meringankan beban mereka. Ini sekaligus sebagai bentuk empati dari Pemerintah Kabupaten Pati, kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Satu juta memang nilai yang tidak seberapa, namun bagi yang membutuhkan pasti sangat bermanfaat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pati, Muhtar mengatakan bahwa bantuan yang disalurkan kepada para penerima manfaat, akan diserahkan secara non tunai melakui bank yang telah bekerja sama.

“Mulai dari tahun 2021 ini, para warga yang ingin mendapatkan santunan, dapat mengajukan proposal yang kemudian di upload pada aplikasi Patisantun. Selanjutnya, Dinsos dan P3AKB pun melakukan verifikasi,” ujarnya.

Dalam setiap triwulan, dialokasikan sebanyak 250 penerima manfaat, untuk anggaran dalam satu tahun sebesar Rp 1 miliar. Pada kesempatan kali ini, akan disalurkan pada 166 penerima manfaat.

“Sehingga total santunan yang diserahkan pada kesempatan kali ini sebesar Rp 166 juta,” kata dia. (HS-08)

Share This

Kasus Stunting di Banjarnegara Turun, Wabup Nilai Masih Perlu Upaya Lebih

Kuliah Sambil Berorganisasi, Arsha Raih Penghargaan Pilmapres LLDIKTI Wilayah VI