in

Serahkan Bantuan Alsintan, Bupati Rembang Minta Jangan Dijual

Acara penyerahan bantuan alsintan dari Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang, kepada sejumlah Kelompok Tani, Rabu (8/9), di halaman kantor Dintanpan. (Foto : Rembangkab.go.id)

 

HALO REMBANG – Bupati Rembang H Abdul Hafidz meminta agar alat mesin pertanian (alsintan) bantuan dari pemerintah, tidak diakui sebagai milik pribadi ketua kelompok tani atau malah dijual.

Wanti-wanti Bupati itu disampaikan dalam acara penyerahan bantuan alsintan dari Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang, kepada sejumlah Kelompok Tani, Rabu (8/9), di halaman kantor Dintanpan.

Bantuan yang diserahkan itu, di antaranya traktor roda 4 sebanyak 3 unit dan 15 unit traktor roda 3. Selain itu juga pompa air sebanyak 24 unit, unit pengolah Pupuk Organik (UPPO) 4 unit, alat perontok padi 4 unit, dan pemipil jagung sebanyak 3 unit.

Menurut Bupati, bantuan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan para petani.

Untuk itu kepada para Kelompok tani yang mendapatkan bantuan alsintan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kelompoknya.

Abdul Hafidz mewanti-wanti jangan sampai ada lagi Ketua Kelompok yang mengakui bahwa alsintan yang diperoleh secara gratis dari pemerintah adalah miliknya dan lebih-lebih dijual.

Bupati menyebut Dintanpan akan memantau dan mengevaluasi pengelolaan alsintan bantuan dari pemerintah masing-masing kelompok. Akan ada reward bagi kelompok yang mampu memaksimalkan pengelolaan alsintan bantuan bagi kelompoknya. .

“Kelompoknya ada berapa anggotanya, diundang, ini dapat bantuan ayo dimanfaatkan secara bergiliran dan itu harus dirawat dengan baik. Kelompok yang bisa mengelola bantuan dengan baik akan kita beri reward ditambahi lagi, kalau pengelolaannya tidak baik ya tidak lagi, dititeni aja, ” kata dia, seperti dirilis Rembangkab.go.id.

Plt Kepala Dintanpan, Agus Iwan Haswanto menambahkan ketika pengelolaan alsintan baik akan berdampak pada peningkatan produktifitas para petani. Jika ada yang kurang maksimal dalam pemanfaatan bantuan, pihaknya akan memberikan arahan agar kelompok tani itu bisa memperbaikinya.

“Terhadap alat yang kurang optimal mungkin bisa diberdayakan untuk kelompok lain. Terhadap yang bagus kekurangannya apa , apakah jumlah atau kualitas alatnya disitulah seharusnya diusulkan tambahan ,harapannya kemampuan produksi bisa meningkat, ” tuturnya.

Ia mengharapkan dalam pengelolaan alsintan tersebut harus ada biaya operasional. Mengingat alsintan butuh Bahan Bakar dan tenaga kerja atau operator serta perawatan mesin agar tahan lama.

Winarto dari Kelompok Tani Rahayu Desa Seren Kecamatan Sulang mengaku senang mendapat bantuan traktor roda 4. Traktor tersebut sangat dibutuhkan guna efektifitas dan efisiensi penggarapan lahan 160 hektare untuk lahan perkebunan dan 80 hektare sawah dari total 70 petani yang ada di kelompok Rahayu.

Ia menyebut ketika ada anggota kelompoknya memakai traktor roda 4 itu maka tidak ada biaya sewa atau gratis. Mereka hanya mengeluarkan biaya untuk BBM dan upah bagi operator traktor.

“Kalau anggota kelompok cuma- cuma, hanya ngasih bahan bakar dan upah untuk operator. Ini juga belum ada yang bisa mengoperasikan di anggota kelompok tani kita, ” ujarnya.

Sedangkan petani dari luar kelompok Tani Rahayu yang ingin menggunakan akan dikenakan biaya sewa. Mengingat traktor membutuhkan biaya perawatan. (HS-08)

Share This

Pemerintah dan DPR Sahkan UU AAEC, Perdagangan Online Bakal Ketat

Hutan Mangrove Pasar Banggi Terpilih Sebagai Wisata Percontohan di Rembang