Serabi Masih Menjadi Menu Andalan Berbuka Puasa

Kiki, Penjual Kue Serabi Di Pasar Condong Weleri, Kendal.

 

HALO KENDAL – Kue serabi merupakan makanan tradisional yang dibuat dari bahan adonan tepung beras dicampur parutan kelapa muda, dan dimasak menggunakan tungku dan wajan tanah liat.

Dalam memasaknya, serabi lebih afdol dengan bahan bakar arang kayu. Hal ini yang membuat cita rasa dari kue serabi ini lebih khas dan nikmat.

Di bulan Ramadhan, kue serabi menjadi jajanan khas yang banyak di buru oleh sebagian masyarakat di Kabupaten Kendal.

Seperti diakui, Anik Kustiani, warga Weleri saat dijumpai membeli kue serabi di Pasar Condong Weleri, Kendal, Selasa (27/4/2021).

Menurutnya, kue serabi memang banyak dijumpai hampir di seluruh daerah. Namun di Kendal kue serabi tetap menjadi buruan warga untuk dijadikan sajian berbuka puasa.

“Di keluarga kami, saat berbuka belum lengkap kalau belum ada serabi. Saya rela antre untuk membeli kue serabi. Selain rasanya yang khas, menu serabi seakan jadi menu wajib untuk berbuka,” ungkap Anik.

Sementara itu, sang penjual kue serabi, Kiki mengaku, saat bulan puasa ini permintaan pembuatan kue serabinya meningkat tajam.

“Ya mungkin karena pas bulan puasa, jadi warga banyak yang membeli kue serabi saya ini, karena menu yang pas untuk berbuka puasa,” ujarnya.

Meski puasa tahun ini masih dalam suasana pandemi Covid-19, Kiki mengaku penjualan kue serabi miliknya meningkat banyak.

“Alhamdulillah pandemi Covid-19 tidak berdampak besar terhadap usaha saya, melainkan omzet saya semakin bertambah,” ungkapnya.

Kiki yang setiap harinya berjualan di Pasar Condong Weleri ini menjual aneka kue serabi dengan berbagai pilihan toping. Seperti pisang coklat, pisang keju, coklat keju dengan harga Rp 4.000 saja.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.