in

Sepasang Remaja Di Semarang Ini Jadi Mucikari Prostitusi Di Bawah Umur

Foto ilustrasi prostitusi online.

 

HALO SEMARANG – Sepasang remaja ditangkap Petugas Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Semarang karena kasus menjajakan anak di bawah umur kepada pria hidung belang.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar mengatakan, pelaku bernama Dava Tria Ramadhan (19) warga Pedurungan, Kota Semarang bersama wanita pujaannya KA (16) warga Candisari. Mereka berdua ditangkap polisi karena dugaan “menjual” tiga anak di bawah umur untuk menjadi pekerja seks komersial (PSK).

“Dia ini menjual belikan anak di bawah umur ‘Papi’ (mucikari-red), lah ya. Umurnya masih 19 tahun. Korbannya 14 tahun. Kemudian satu lagi 15 tahun dan 16 tahun,” kata Irwan di Mapolrestabes Semarang, Rabu (8/9/2021).

Modusnya, kekasih Dava mencari korban lewat media sosial dengan iming-iming pekerjaan. Kemudian Dava mencari pelanggan dan mempertemukannya di hotel atau kos-kosan.

“Jadi modus para pelaku ini menghubungi korban dan menawarkannya lewat michat. Yang bersangkutan berusaha menjual belikan anak di bawah umur di salah satu hotel di Jalan Majapahit,” jelasnya.

Terbongkarnya praktik prostitusi anak di bawah umur itu diawali ketika salah satu ibu korban mencari anaknya yang tidak kunjung pulang. Ibu itu melapor polisi dan ikut menelusuri keberadaan anaknya. Pada tanggal 1 September 2021 lalu ia menemukan anaknya di sebuah hotel.

“Penangkapan ini berdasarkan laporan ibu korban ke polisi, bahwa anak gadisnya tidak pulang rumah selama tiga minggu. Dari informasi dan penyidikan polisi diketahui, bahwa korban selama ini dipekerjakan sebagai wanita panggilan melalui aplikasi Michat,” ujarnya.

Sementara itu menurut pengakuan tersangka Dava, ia mendapat bagian Rp 50 ribu setiap kali anak di bawah umur yang dibawanya melayani pelanggan.

“Tarifnya sekitar Rp 100 ribu sampai Rp 250 ribu. Saya dapat Rp 50 ribu. Yang cari (korban) pacar saya. Ini di hotel baru kali ini, sebelumnya di kos. Ini baru dari 28 Agustus lalu,” ujar Dava.

Saat ini dua sejoli itu masih diperiksa oleh unit PPA Polrestabes Semarang. Mereka dijerat pasal 761 Jo pasal 88  UURI No.35 th 2004 tentang perlindungan anak.(HS)

Share This

Pemain Kelelahan, PSS Hanya Target Curi Poin Lawan Persiraja

Atlet Poomsae Taekwondo Kendal Raih Medali Dalam Kejuaraan Piala Kemenpora RI