Sepanjang Tahun 2020, Ada 452 Kasus Kecelakaan Lalu Lintas di Kendal

Kapolres Kendal, AKBP Raphael Sandhy saat memberikan keterangan kepada awak media, beberapa waktu lalu.

 

HALO KENDAL – Angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Kendal mengalami kenaikan 94 kejadian dari tahun 2019. Pada tahun 2019, total hanya ada 358 kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Kendal. Dan pada tahun 2020, total ada 452 kasus kecelakaan, atau naik 20,5 persen.

Namun, untuk korban meninggal dunia turun 29 orang dari tahun tahun 2019 sebanyak 120 orang, menjadi 91 orang di tahun 2020 atau turun 42,85 persen.

Kapolres Kendal, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo mengatakan, untuk korban luka berat naik 4 orang atau dengan rincian 3 orang di tahun 2019, sedangkan di tahun 2020 sebanyak 7 orang.

“Untuk korban luka ringan juga naik, dari 344 orang di tahun 2019 menjadi 428 orang di tahun 2020 atau naik 94 orang,” ungkapnya saat menyampaikan laporan Pencapaian Kegiatan Polres Kendal selama tahun 2020 kepada wartawan.

Disampaikan pula oleh AKBP Raphael Sandhy, kerugian material akibat kejadian kecelakaan lalu lintas pada tahun 2020 sebanyak Rp 231.600.000, atau naik 22,69 persen dari tahun 2019 yang sebanyak Rp 179.140.000.

“Untuk penyelesaian perkara dari kejadian kecelakaan lalu lintas di tahun 2019 bisa diselesaikan seratus persen, demikian pula di tahun 2020,” imbuhnya.

Di lain kegiatan, Polres Kendal bersama TNI dan Satpol PP juga aktif melakukan kegiatan Operasi Yustisi terkait dengan pencegahan penyebaran Covid-19, dengan sasaran pengguna jalan yang tidak mengenakan masker.

“Dari kegiatan operasi yang dilakukan mulai November hingga akhir Desember 2020, total jumlah kegiatan Operasi Yustisi yang dilakukan di seluruh wilayah Kabupaten Kendal sebanyak 87.092 kegiatan,” terang AKBP Raphael Sandhy.

Kegiatan razia tersebut, tercatat jumlah pelanggar yang mendapat sanksi teguran lisan sebanyak 52.465 orang, sanksi tertulis sebanyak 5.334 orang, sedangkan yang mendapat sanksi sosial sebanyak 26.719 orang.

“Untuk pelanggar yang mendapat sanksi berupa denda administrasi sebanyak 2.574 orang dengan total jumlah nilai denda mencapai Rp 121.185.000,” pungkas Kapolres.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.