in

Sepanjang Jalan Dokter Sutomo Kota Pekalongan Bebas Reklame Permanen Ilegal

Petugas gabungan dari Satpol PP, TNI, Polri, Dinas Perhubungan, dan PLN, membongkar reklame ilegal di sepanjang Jalan Dokter Sutomo Kota Pekalongan. (Foto : Pekalongankota.go.id)

 

HALO PEKALONGAN – Tim Koordinasi Penegakkan Perda dan Perkada Kota Pekalongan, yang terdiri atas lintas instansi, seperti Satpol PP, Polres Pekalongan Kota, TNI Kodim 0710/Pekalongan, Dinas Perhubungan (Dishub), dan PLN, telah membongkar reklame-reklame permanen ilegal dan melanggar izin, di sepanjang median Jalan dr Sutomo, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan.

Saat ini kondisi sepanjang jalan tersebut telah bebas dan bersih dari reklame permanen ilegal, yang sebagian kondisinya telah usang, rusak, dan rawan tumbang sehingga mengancam keselamatan pengguna jalan.

Kasatpol PP Kota Pekalongan Dr Sri Budi Santoso, mengungkapkan sekarang ini kondisi di Jalan Sutomo seluruhnya sudah bebas dari reklame-reklame permanen ilegal, di median jalan, baik dalam kondisi masih difungsikan maupun tidak.

“Sehingga sangat mengganggu keindahan, kenyamanan, dan membahayakan keselamatan publik apabila sewaktu-waktu jatuh atau runtuh,” kata Sri Budi Santoso, seperti dirilis Pekalongankota.go.id.

Dia menjelaskan pembongkaran 13 papan reklame tersebut, dilakukan dalam dua tahap, semuanya menggunakan alat berat. Pembongkaran pertama dilaksanakan 7 September, terhadap lima papan reklame. Pembongkaran saat itu dilaksanakan pada siang hari. Adapun pada pembongkaran tahap kedua, dilaksanakan terhadap delapan papan reklame, 21 September 2021 malam.

Sebelumnya, tim koordinasi penegakkan Perda dan Perkada Kota Pekalongan, telah berkirim surat kepada para pemilik papan reklame itu dan meminta mereka melakukan pembongkaran secara mandiri. Namun karena permintaan itu tak dilaksanakan, tim kemudian melakukan pembongkaran.

“Alhamdulillah semuanya sudah ditertibkan dengan pembongkaran, sehingga di jalan tersebut sudah bersih dan bebas dari reklame rusak atau ilegal, dalam ukuran-ukuran besar, yang dipasang di median jalan,” kata Sri Budi Santoso.

Penertiban reklame permanen ilegal ini, bertujuan untuk memastikan kepastian hukum, dalam rangka mendorong iklim investasi yang kondusif, sehingga semua penyelenggara reklame memiliki aturan main yang sama, yaitu menaati peraturan perundang-undangan dengan mengajukan izin dan membayar pajak.

“Imbauan kami, agar semua penyelenggara reklame menaati ketentuan itu,dan yang punya reklame masih berfungsi namun kondisinya rusak (tidak baik) bisa segera ditertibkan agar tidak mengganggu kenyamanan,keindahan dan  yang paling penting tidak membahayakan keselamatan publik,” tandasnya.

Upaya penertiban reklame permanen ilegal yang dilakukan tim Penegakkan Perda dan Perkada Kota Pekalongan itu pun mendapatkan respon positif dan apresiasi dari masyarakat setempat, salah satunya Novita, warga Kelurahan Kalibaros, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan.

Novita menilai, penertiban reklame ilegal yang mayoritas kondisinya telah rusak itu dinilai tepat karena disamping mengganggu pemandangan pengguna jalan saat melintas,juga sangat membahayakan keselamatan publik dan arus lalu lintas apabila sewaktu-waktu roboh dan menimpa pengguna jalan.

“Kami sangat mengapresiasi kinerja Satpol PP dalam menertibkan reklame-reklame berukuran besar permanen dan ilegal di sepanjang Jalan dr Sutomo. Di samping mengganggu pemandangan, reklame-reklame itu juga sangat membahayakan pengguna jalan dan mengganggu arus lalu lintas karena kondisinya sudah hampir roboh,” kata dia. (HS-08)

Share This

Pemkot Pekalongan Masih Kaji Land Subsidence

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Minggu (26/9/2021)