in

Sepakat Pembakaran E-KTP Invalid, Ganjar: Daripada Jadi Isu Tidak Baik

Adi Tri Hananto memimpin kegiatan pemusnahan E-KTP Invalid di depan Kantor Dispendukcapil Kota Semarang, Rabu (19/12).

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sepakat dengan ide pembakaran E-KTP invalid yang dilakukan beberapa daerah. Menurutnya hal tersebut dilakukan untuk menghindari penggiringan isu yang tidak bertanggung jawab. Ganjar mengatakan, dia sudah menerima laporan dari beberapa kepala daerah terkait pembakaran E-KTP invalid.

“Lebih bagus itu. Di beberapa kabupaten kota sudah jalan dan menyampaikan kepada saya,” katanya.

Pemusnahan KTP elektronik invalid ini sesuai dengan surat edaran Kementerian Dalam Negeri Nomor 470.13/11176/SJ tanggal 13 Desember 2018 tentang pemusnahan KTP elektronik yang rusak atau invalid.
Pekan ini, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Semarang memusnahkan sekitar 28 ribu E-KTP invalid dan rusak. Hal itu sesuai instruksi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang telah menginstruksikan agar E-KTP yang rusak atau tidak berlaku lagi bisa dimusnahkan dengan cara dibakar. Instruksi ini dibuat karena akan memerlukan tempat penyimpanan yang besar jika E-KTP yang rusak hanya digunting atau dipotong.

“Rabu (19/12) kami memusnahkan 22.752 E-KTP, dan sebelumnya sudah memusnahkan sekitar 5.000an E-KTP invalid, rusak, dan pindah data yang tersimpan di kantor kami sejak 2011,” kata Adi Tri Hananto dalam kegiatan pemusnahan E-KTP Invalid di depan Kantor Dispendukcapil Kota Semarang, Rabu (19/12).

Terkait adanya informasi tentang praktik pemalsuan E-KTP yang dijual secara online di beberapa daerah, Adi Tri Hananto tak menampiknya. Pemalsuan KTP menurutnya memang ada, dan digunakan untuk keperluan yang tak sesuai peruntukan. “Blanko kosong dijual online, tapi tidak ada isi chipnya. Imbauan kami untuk instansi-instansi yang memerlukan data kependudukan asli, bisa menggunakan alat pembacaan card reader E-KTP,” tegas mantan Sekda Kota Semarang ini.

Sebagai infromasi, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menginstruksikan agar E-KTP yang rusak atau tidak berlaku lagi agar dimusnahkan dengan cara dibakar.

“Bahwa untuk KTP yang rusak dan yang sudah tidak berlaku lagi dimusnahkan dengan cara dibakar. Dan dalam pembakaran tentunya ada berita acara yang harus dilaporkan kepada Kementerian Dalam Negeri, dalam hal ini Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil,” kata Sekjen Kemendagri, Hadi Prabowo di kantornya beberapa waktu lalu.

Hadi menjelaskan aturan pemusnahan dengan cara dibakar ini sudah berlaku. Nantinya akan ada sanksi jika petugas tidak mematuhi aturan dan menyebabkan banyak e-KTP tercecer.(Halo Semarang)

Guy thinking

Video : Peringatan HUT Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ke-19 Kota Semarang

Dispendukcapil Ancam Blokir Data Warga yang Belum Lakukan Perekaman Data E-KTP