in

Seorang Pengusaha Sulap Rumah Mangkrak di Semarang Jadi Hunian Bernuansa Jawa Kuno

Rumah mangkrak yang disulap menjadi hunian bernuansa joglo di Jalan Srinindito Raya Timur, RT 1, RW 3, Kecamatan Semarang Barat.

HALO SEMARANG – Seorang pengusaha bernama Rafi Mintardi menyulap rumah yang dia beli di Semarang dan sudah lama mangkrak menjadi hunian bernuansa joglo. Lokasi aset yang terletak di Jalan Srinindito Raya Timur, RT 1, RW 3, Kecamatan Semarang Barat ini sangat terasa dengan nuansa-nuansa Jawa zaman dulu.

Hal ini terlihat dari arsitekturnya yang mengutamakan kehidupan masyarakat Jawa, seperti atap yang berbentuk gunung. Selain itu juga hiasan-hiasan juga diisi lukisan bertemakan kesultanan.

Saat ditemui di rumah Joglo di Semarang tersebut, Rafi mengungkapkan jika rumah tua itu sudah tidak dihuni selama belasan tahun. Saat awal dia datang ke rumah itu, bentuknya masih tidak karuan.

“Awalnya ini kotor semua dan tampak tidak terurus. Akhirnya langsung perbaikan dan sampai kurang lebih 5 bulan,” ujarnya, Sabtu (16/6/2024).

Lebih lanjut Rafi menuturkan selama perbaikan yang paling sulit adalah pengecatannya. Pasalnya, untuk merawat kayu-kayu dan mengembalikan ke warna awal sungguh sulit dan butuh detail.

“Ini ngecatnya yang lama. Butuh ketelatenan dan hati-hati,” ucap Rafi yang jadi Komisaris di usaha properti MIN Indo Property.

Lebih lanjut Rafi menyatakan, sebuah property seperti rumah adalah aset penting yang harus dijaga. Bagaimanapun itu bentuknya, entah rumah yang besar, sederhana sampai yang kuno seperti rumah barunya tersebut.

“Rumah bukan sekadar bangunan. Tapi di dalamnya ada sumber kehidupan,” terangnya.

Usai membeli dan memperbaiki rumah kuno tersebut, Rafi melakukan tasyakuran yang dihadiri oleh warga sekitar dan rekan sejawat.

“Rencananya rumah ini multifungsi, bisa sebagai kumpul teman-teman. Base camp pegawai saya, sampai tempat transit soalnya saya bolak-balik Semarang-Surabaya,” kara pria berusia 25 tahun itu.

Sementara Ketua RT setempat, Yoga Saptanto membenarkan jika rumah tersebut sudah lama kosong. Meskipun beberapa tahun tak dihuni namun ada yang menjaganya.

“Dulu rumah itu milik salah seorang pejabat juga di Semarang,” bebernya.

Yoga senang ketika rumah kuno itu dibeli oleh Rafi. Menurutnya setelah kosong beberapa tahun akhirnya ada yang menghuni dan tentu saja warganya bertambah. Terakhir Yoga juga berharap setelah menjadi warganya, Rafi Mintardi bisa nyaman tinggal di Srinindito dan membaur bersama warga.

“Semoga betah dan ikut membaur bersama warga. Lalu cepat kenal dengan warga sekitar,” imbuhnya.(HS)

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Minggu (16/6/2024)

Lion Air Resmi Operasikan Rute Semarang-Palangkaraya (PP) di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang