in

Sengketa Politik, Sovan vs DPD PAN Kota Semarang Siapa Menang?

Sovan Haslin Pradana saat konfrensi pers di depan awak media.

SEMARANG – Ontran-ontran di tubuh DPD PAN Kota Semarang makin meluas. DPD PAN Kota Semarang mendesak kepada DPRD Kota Semarang untuk segera melakukan pergantian antarwaktu bagi mantan kadernya, Sovan Haslin Pradana yang telah dipecat dari partai sejak Mei 2018 lalu. Hal itu setelah ada keputusan dari Pengadilan Negeri Semarang yang tak mengabulkan gugatan Sovan Haslin Pradana atas pemecatan dirinya. Sebelumnya, Sovan Haslin Pradana memang melakukan upaya hukum dengan mengajukan gugatan yang dilayangkan melalui Pengadilan Negeri Semarang, atas dasar keputusan DPD PAN Kota yang mengeluarkan surat keputusan pemberhentian tetap sebagai anggota PAN melalui SK Nomor: PAN/A/Kpts/KU-SJ/091/V/2018 tanggal 31 Mei 2018.
“Setelah keluar putusan incracht dari PN Semarang, kami langsung menyurati pimpinan DPRD Kota Semarang untuk menindaklanjuti putusan pengadilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Apalagi sudah tak ada upaya hukum lagi dalam persoalan ini,” kata Wakil Ketua DPD PAN Kota Semarang Bidang Pengkaderan, Syaikhul Azhar.
Selain putusan pengadilan, DPD PAN Kota Semarang juga sudah mengirimkan surat usulan pengganti antar waktu (PAW) atas anggota DPRD Sovan Haslin Pradana sesuai dengan ketentuan.
“Kami akan mengawal terus putusan ini. Sesaui ketentuan dalam waktu 14 hari belum ada jawaban maka partai akan bersikap,”

tandasnya.
Atas desakan itu, Sovan pun melawan. Menurutnya, keputusan DPD PAN yang memecat dirinya sebagai kader merupakan langkah gegabah dan tak sesuai prosedur kepartaian. Menurut dia, sebelum dan sesudah dinyatakan dipecat, belum pernah diklarifikasi terkait tuduhan yang jadi alasan pemecatan.
“Selain itu semua tuduhan yang jadi dasar pemecatan tak ada bukti dan seakan subjektif. Tindakan ini kami nilai tidak tepat,” katanya (30/11).
Untuk itu, pihaknya beberapa waktu lalu mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Semarang, atas dasar keputusan DPD PAN Kota yang mengeluarkan surat keputusan pemberhentian tetap sebagai anggota PAN melalui SK Nomor: PAN/A/Kpts/KU-SJ/091/V/2018 tanggal 31 Mei 2018. Meski akhirnya gugatan itu dikembalikan karena dinilai prematur, Sovan masih akan mengambil langkah hukum lain. “Dari keputusan ini hasil putusan dari PN belum inkrah. Karena gugatan dikembalikan, dan hakim meminta persoalan ini diselesaikan melalui Mahkamah Partai. Kami akan menempuh upaya ke Mahkamah Partai dulu, baru ada langkah hukum lain,” katanya.
Sementara Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi pun angkat bicara terkait persoalan pengajuan pergantian antar waktu (PAW) anggota DPRD Sovan Haslin Pradana oleh DPD PAN Kota Semarang. Menurutnya persoalan itu harus diselesaikan dulu di internal partai.
“Kami akan bertindak secara normatif. Saya akan komunikasi dengan ketua DPD PAN Kota sekaligus ketua Fraksi PAN, apa yang sebenarnya terjadi dan bagaiaman duduk persoalannya. Baru kami sebagai pimpinan DPRD akan mengambil sikap atas persoalan ini,” katanya (1/12/2018).
Supriyadi pun menghargai langkah hukum yang ditempuh oleh Sovan Haslin Pradana dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN), meski akhirnya ditolak.
Namun demikian, Supriyadi juga menyarankan Sovan Haslin Pradana mengikuti hasil dari putusan gugatan yang menyebut agar DPD PAN dan Sovan Haslin Pradana untuk melakukan Mahkamah Partai terlebih dulu.
“Karena memang selama ini saudara Sovan tidak ada persoalan apa-apa terkait dengan tugas dan kinerjanya sebagai anggota dewan,” kata politisi PDI Perjuangan itu.
Sebagai informasi, Sovan Haslin Pradana sebelumnya dinyatakan dipecat oleh DPD PAN Kota Semarang. SK pemecatan dikeluarkan berdasarkan ART PAN bab XIV Pasal 60 ayat 1 dan ayat 3 dan Peraturan Partai No 9 Tahun 2016 tentang Hubungan Partai dengan Fraksi PAN mengenai kewajiban berkontribusi ke partai.(LW)

Pengusaha Diminta Buka Peluang Kerja bagi Difabilitas

Duh..Pipa PDAM Bocor, 12 Ribu Pelanggan Tak Teraliri Air