Senangnya Pemain PSIS Kembali Merumput di Jatidiri

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama tim Elite Pro Akademi PSIS Semarang, menjajaln Stadion Utama Jatidiri, Kamis (7/1). (Foto : dok Humas Pemprov Jateng)

 

HALO SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat ini sedang menyiapkan tiga hal, terkait dengan penggunaan Stadion Utama Jatidiri dan GOR Jatidiri secara keseluruhan.

“Kami sedang meminta otoritas yang mengerti tentang konstruksi dan pembangunan, apakah yang seperti ini sudah boleh dipakai, baik latihan atau pertandingan, membahayakan atau tidak karena ada konstruksi yang belum selesai,” kata Ganjar, ketika bersama tim Elite Pro Akademi PSIS Semarang, berlatih di Stadion Jatidiri, Kamis (7/1). Mereka jadi yang pertama kali merumput di Stadion Jatidiri, bahkan sebelum renovasi selesai.

Lanjut Ganjar, pihaknya juga tengah meminta pada ororitas teknis penggunaan lapangan dalam hal ini PSSI. Tujuannya untuk mengetahui dan agar PSSI bisa memberikan kelayakan terhadap lapangannya.

“Dan yang ketiga tentu soal administrasi. Seandainya masyarakat mau menggunakan, siapapun itu, bagaimana caranya. Tiga hal ini yang sedang kami siapkan,” kata Ganjar.

Ganjar juga memperhatikan kesiapan venue olahraga lainnya. Sehingga  dalam waktu dekat, akan melibatkan para atlet dari masing-masing cabang olahraga, untuk mencoba venue mereka.

“Jadi kami mau coba, jadi nanti beberapa atlet kami minta untuk mengetes dulu. Kira-kira kalau kondisi seperti ini nantinya bisa dipakai apa tidak, sudah bisa atau belum. Sehingga biar publik semuanya tahu inilah kondisi yang ada,” tandasnya.

Sebelumnya, Gubernur Ganjar Pranowo mengajak tim Elite Pro Akademi PSIS Semarang, berlatih di Stadion Jatidiri. Ajakan itu diberikan Ganjar saat menyambangi mess pemain PSIS Semarang di Jalan Durian Selatan, Banyumanik. Saat itu, mereka sedang bersiap untuk latihan rutin di Lapangan Telo Banyumanik.

Usai sarapan bersama, mereka pun kemudian bertemu di Stadion Jatidiri. Ganjar mempersilakan para pemain dari Elite Pro Akademi PSIS untuk masuk dan menengok Stadion yang mulai direnovasi pada 2017 lalu itu.

“Tadi kami di lapangan (Banyumanik) bertemu dengan pelatihnya, kami ngobrol-ngobrol, mau nggak nyoba lapangan untuk pertama kali dan berikan feedback pada kita,” kata Ganjar, seusai mempersilakan pemain PSIS mencoba di Stadion Jatidiri.

Tim Elite Pro Akademi PSIS Semarang, menjajaln Stadion Utama Jatidiri, Kamis (7/1). (Foto : dok Humas Pemprov Jateng)

 

Ganjar mengatakan, kondisi Stadion Jatidiri saat ini masih 80 persen dan belum selesai. Keterlambatan progres akibat dari Pandemi Covid-19 yang menyebabkan refocusing anggaran berdampak pada penyelesaian Stadion Jatidiri.

“Karena kemarin ada Corona, sekarang belum selesai dan refocusing terjadi. Sebenarnya blegernya sudah jadi 80 persenan kurang lebih. Tapi sayang memang kalau nanti rumputnya tidak terpelihara, tidak terpakai rusaknya karena alam kan eman-eman,” kata Ganjar.

Salah satu pemain tim Elite Pro Akademi PSIS Semarang yang juga pemain di tim Senior PSIS, Aditya Jori, mengaku senang dan bahagia bisa merumput untuk pertama kalinya di Stadion Jatidiri.

Meski kompetisi saat ini masih dihentikan karena Pandemi, Jori berharap Stadion Jatidiri bisa segera selesai dan dapat digunakan saat kompetisi dimulai.

“Senang bisa coba jatidiri pertama kali, antusias juga, karena dari dulu nggak pernah main di sini terus nyoba lapangan ini. Megah dan mewah, makin nggak sabar buat main di sini dan insyallah kompetisi jalan lagi,” ucapnya.

Sementara, pelatin tim Elite Pro Akademi PSIS, M Ridwan, mengaku sangat senang. Ridwan menyebut ini kesempatan langka dan bangga karena jadi yang pertama mencoba. Apalagi banyak dari pemain Elite Pro Akademi yang belum pernah merumput di Stadion Jatidiri.

“Kami senang sekali, banyak dari para pemain yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Jatidiri, baik sebelum direnovasi atau setelah direnovasi, dan saya juga sudah lama sekali tidak menginjak rumput jatidiri,” ujar Ridwan.

Pada momen ini, Ridwan mengatakan, latihan juga dia desain agar bisa mencoba seluruh area lapangan. Sehingga, pihaknya bisa memberikan feedback maksimal pada Pemprov Jateng.

“Latihan hari ini kami sengaja desain untuk coba seluruh area lapangan dan kemudian nanti kami juga sampaikan para pemain untuk berikan feedback pada kita terkait dengan kondisi lapangan.,” ujarnya.

Sejauh ini, menurut Ridwan, feedback yang bisa diberikan adalah kondisi rumput lapangan. Sebab saat ini kondisinya tak terawat meski tampak tinggi.

“Mungkin karena perawatan yang kurang maksimal, jadi sekarang ini terlihat rumput agak tinggi tapi lebih tinggi akar. Itu mempengaruhi laju bola, dan jangka panjang merusak rumput itu sendiri,” tandasnya. (HS-08)

 

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.