Semua SD di Kembang Jadi Kawasan Tanpa Rokok

Deklarasi sekolah sebagai kawasan tanpa rokok oleh pemanku kepentingan SD negeri dan swasta Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara. (Foto : jatengprov.go.id)

 

HALO JEPARA – Semua pemangku kepentingan di tingkat sekolah dasar (SD) negeri dan swasta di Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, sepakat menjadikan lingkungan SD sebagai kawasan tanpa rokok (KTR).

Koordinator Satuan Koordinasi Pendidikan (Satkordik) Kecamatan Kembang, Nasuka, menyebut kesepakatan menjadikan lingkungan SD sebagai kawasan tanpa rokok adalah inisiatif para kepala sekolah.

“Tidak ada arahan dan instruksi apapun dari Satkordik. Semuanya murni keinginan para guru dan kepala sekolah,” kata Nasuka, pada deklarasi pencanangan KTR di SD Negeri 3 Kaliaman, Kecamatan Kembang, Rabu (11/11), seperti dirilis jatengprov.go.id.

Disampaikan, dari 43 SD di Kembang, sebelumnya terdapat sekitar 10 persen sekolah yang masih ada aktivitas orang merokok. Dengan deklarasi ini, Nasuka berharap tidak ada aktivitas merokok di lingkungan SD.

“Minimal, awalnya di lingkungan sekolah. Tapi harapan kami, ini benar-benar menjadi momentum berhenti merokok di manapun,” lanjutnya.

Kepala Puskesmas Kembang, dokter Fitrin Miadiyanti, meminta komitmen terhadap deklarasi ini benar-benar dimulai dari diri sendiri. Dia berharap 10 indikator kepatuhan kawasan tanpa rokok dipatuhi semua SD.

Sementara itu, seperti dirilis dalam kemenkes.go.id, dalam memantau dan mengevaluasi KTR, tenaga kesehatan dan pengelola kawasan, berpedoman pada sejumlah indikator, yaitu input, proses, dan output.

Indikator Input meliputi, adanya kajian mengenai kebijakan KTR dan sikap serta perilaku sasaran terhadap kebijakan tersebut, adanya komite atau kelompok kerja penyusunan kebijakan KTR, adanya kebijakan KTR, serta adanya infrastruktur KTR.

Untuk indikator proses, terdiri atas  terlaksananya sosialisasi penerapan KTR, penerapan KTR, terdapat pengawasan dan penegakan hukum, serta ada pemantauan dan evaluasi.

Adapun untuk indikator output, adalah terwujudnya KTR di semua tatanan.

Dalam pedoman dari Kemenkes tersebut juga dikatakan bahwa sasaran KTR antara lain tempat proses belajar mengajar, atau sekolah. Adapun sasarannyanya adalah pemimpin atau penanggung jawab tempat belajar mengajar, peserta didik atau siswa, tenaga kependidikan (guru), unsur sekolah lainnya (tenaga administrasi, pegawai di sekolah). (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.