Semua Objek Wisata di Jateng Layak Dibuka Kembali Dengan Sejumlah Persyaratan

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng, Muhammad Ngainirrichald.

 

HALO SEMARANG – Komisi B DPRD Jateng mendorong objek wisata di Jawa Tengah yang telah menjalani simulasi izin buka di masa new normal, kini layak dibuka kembali dengan sejumlah catatan atau persyaratan.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng, Muhammad Ngainirrichald menyatakan, sekitar 40 persen objek wisata yang beberapa waktu lalu menjalani simulasi izin buka kembali, saat ini sudah layak untuk dibuka kembali.

Menurutnya, sejumlah catatan yang harus dipenuhi pengelola wisata tersebut di antaranya pembatasan jumlah pengunjung, sehingga tidak terjadi kerumunan dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Sudah kami dorong, kalau memang pengelola wisata mampu memenuhi protokol kesehatan dan melakukan pembatasan jumlah pengunjung, sudah selayaknya 56 objek wisata itu dibuka kembali,” ujarnya Jumat (25/9/2020).

Seperti diketahui, dari 690 objek wisata, sekitar 60 persen atau 424 objek wisata di Jawa Tengah sudah dibuka kembali pada masa new normal. Sedangkan  sisanya masih melakukan simulasi izin buka kembali.

Ngainirichald menambahkan, saat ini masyarakat membutuhkan wisata setelah hampir 7 bulan tidak bisa melakukan kegiatan refresing seiring pandemi Covid-19.

“Yang penting pengelola wisata harus mampu memenuhi protokol kesehatan, mulai menyediakan cuci tangan, pengetatan aturan penggunaan masker, dan pembatasan jumlah pengunjung. Minggu lalu kami telah melakukan pantauan di sejumlah wisata di Jateng, dan layak untuk dibuka kembali,” paparnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jateng, Sinoeng N Rachmadi menyatakan, sekitar 60 persen atau 424 objek wisata di Jawa Tengah sudah dibuka kembali pada masa new normal.

“Objek wisata yang telah buka kembali itu tersebar di sejumlah daerah, dengan mewajibkan pengunjung mengenakan masker, menjaga jarak, dan pembatasan pengunjung,” ujarnya.

Untuk objek wisata yang masih melakukan simulasi izin buka kembali, lanjutnya, masih terus dilakukan guna memastikan bahwa destinasi tersebut benar-benar aman dan tidak berpotensi penularan Covid-19.

“Oleh karena itu, tempat wisata yang akan buka kembali harus simulasi dulu. Bahwa destinasi itu aman. Setelah dirasa aman, bisa dipublish dengan kekuatan sosial media,” tuturnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.