Sempat Mandek, Pembebasan Lahan Proyek SORR akan Dilanjutkan Pada 2021

Foto ilustrasi peta Semarang.

 

HALO SEMARANG – Pembebasan lahan pembangunan Semarang Outer Ring Road (SORR) bakal dilanjutkan pada 2021. Proyek jalur lingkar Kota Semarang ini sudah lama direncanakan oleh Pemkot Semarang. Pembebasan lahan juga hampir setiap tahun dianggarkan, namun lagi-lagi rencana pembangunan SORR ini mandek.

Sekretaris Bappeda Kota Semarang, Budi Prakoso mengatakan, pembebasan lahan untuk proyek Semarang Outer Ring Road Trase Mangkang-Mijen akan dilanjutkan pada 2021.

“Sejauh ini belum selesai karena ada beberapa ruang lahan yang belum dibebaskan. Ini sebagai upaya merealisasikan rencana pembangunan jalur lingkar di Kota Semarang,” katanya, Senin (28/12/2020).

Secara perencanaan, menurut dia, pembangunan di Kota Semarang dilakukan secara merata. Artinya, wilayah pinggiran juga dikembangkan, sehingga aspek ekonomi turut tumbuh dan berkembang. Termasuk rencana membangun pusat pemerintahan di pinggiran Kota Semarang agar tidak terpusat di tengah kota.

“SORR secara konsep masih sama dengan perencanaan awal. Untuk pembebasan lahan telah disupport anggaran, termasuk rencana pembangunan jembatan Srondol-Sekaran. Kalau Srondol-Sekaran sudah jadi, diharapkan setiap jalur telah terintegrasi. Sehingga pengembangan di wilayah pinggiran bisa berjalan, dan wilayah itu dapat tumbuh dan berkembang,” katanya.

Dari sisi tata ruang, lanjut dia, tetap harus dikendalikan.

“Bukan berarti tidak boleh ada pengembangan, tetapi setiap pengembangan pembangunan harus mengikuti aturan tata ruang dan lingkungan, supaya ekologinya juga tetap terjaga. Mijen, Gunungpati harus tumbuh, tetapi harus tetap mengikuti koridor tata ruang lingkungan. Misalnya ada pengembangan perumahan harus menyediakan embung sebagai resapan, ruang terbuka hijau dan seterusnya,” ujar dia.

Secara umum, lanjut dia, kendala utama dalam setiap pembangunan adalah terkait pembebasan lahan. Untuk anggaran pembangunan, dia berharap proyek SORR ini bisa mendapat bantuan dari pemerintah pusat. Sehingga bisa lebih cepat karena kebutuhan anggaran sangat besar.

“Kalau kita melihat pembangunan jalan tol yang sedemikian panjang bisa selesai, saya yakin SORR pasti bisa,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang Sih Rianung mengatakan, pihaknya siap berusaha mewujudkan program pembangunan SORR tersebut.

Namun dia mengakui kebutuhan pembangunan yang mendesak dilakukan di Kota Semarang juga cukup banyak. Sehingga mau tidak mau, pihaknya harus menggunakan skala prioritas. Artinya, keterbatasan anggaran di Kota Semarang harus dibagi-bagi dengan menggunakan skala prioritas.

“Pembebasan lahan SORR tetap akan dilakukan, terutama untuk wilayah Mangkang-Mijen. Kami sudah menyiapkan untuk pembebasan lahan SORR itu, namun ada program yang mendesak dan berjalan dalam waktu dekat yakni normalisasi Sungai Beringin,” katanya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.