in

Sempat Diwarnai Protes, Pembongkaran Bangunan di Bantaran Irigasi Sekopek Berjalan Lancar

Bangunan di bantaran irigasi Sekopek Kaliwungu yang ditertibkan petugas gabungan dari Balai PSDA Bodri Kutho dan Satpol PP Jawa Tengah, Senin (26/9/2022).

HALO KENDAL – Proses pembongkaran bangunan yang berdiri di bantaran irigasi Desa Plantaran, Kecamatan Kaliwungu Selatan, yang sebelumnya berlangsung kondusif, pada siang hari sempat diwarnai aksi protes dari salah satu warga, Senin (26/9/2022).

Hal itu dipicu, warga enggan bangunan warung makan yang terletak di depan sebelah utara RS Darul Istiqomah Kaliwungu tersebut ikut dirobohkan.

Beruntung aksi protes tidak sampai menimbulkan keributan besar, berkat pendekatan yang humanis oleh petugas dan pengawalan dari TNI maupun Polri.

Korlap Daerah Irigasi Kedung Pengilon Pokla Bodri, Balai PSDA Bodri Kuto, Muji Suprih Utomo mengatakan, ada satu warga yang bernama Kisman, yang menolak bangunannya dibongkar.

Namun dengan pendekatan yang persuasif dan diberikan pengertian tentang Perda Larangan Pendirian Bangunan di Bantaran Irigasi, akhirnya yang bersangkutan bersedia bangunan warung makannya dibongkar.

“Tadinya yang bersangkutan sempat menolak untuk ditertibkan, tapi dengan pendekatan dan diberikan pengertian akhirnya yang bersangkutan bersedia,” ujar Uji sapaan akrabnya, Senin siang (26/9/2022).

Terhitung sebanyak 89 bangunan yang ada di bantaran sungai sepanjang Jalan Sekopek Kaliwungu, dibongkar dan dirobohkan petugas gabungan dari Balai PSDA Bodri Kutho bersama Satpol PP Jateng.

Bangunan yang dibongkar sebagian besar adalah tempat usaha milik warga. Mulai dari warung makan, pertokoan, bengkel las, dan tempat usaha lainnya.

Hal ini dalam rangka untuk pelestarian irigasi di wilayah Kaliwungu. Sehingga aliran irigasi bisa lancar dan berfungsi dengan baik.

Sementara itu, pagar rumah Ketua Percasi Kendal, Mashury juga tak luput dari penertiban petugas. Karena menurut petugas, pagar rumahnya memakan tanah irigasi 1,5 meter. “Ya pagar rumah ini akan saya undurkan dua meter, supaya tidak mengganggu aliran irigasi,” ungkap Mashury.

Komandan Koramll 11/Kaliwungu, Kapten Inf Subkhan, yang berada di lokasi mengatakan, TNI bersama Polri dalam kegiatan ini hanya sebatas pendampingan dan pengamanan saja.

Sementara Kapolsek Kaliwungu, AKP Slamet Mustanto menambahkan, Polres Kendal melalui polsek menerjunkan personel, untuk menjaga keamanan, supaya jangan sampai ada efek yang tidak diinginkan.

“Alhamdulillah, situasi aman dan kondusif, masyarakat menyadari kalau mereka sudah menempati lahan yang salah. Bahkan secara sadar, ada warga yang membongkar sendiri bangunannya,” ujarnya.(HS)

Tidak Ubah Pendekatan di Lintasan

Dongkrak Prestasi, Wali Kota Semarang Dorong Cabang Olahraga Aktif Gelar Kejuaraan