Sempat Ditunda Akibat Refokusing Anggaran, Jembatan Kaca Tinjomoyo Rencananya Akan Dibangun 2021

Foto ilustrasi: Sungai dan jembatan yang ada di Hutan Wisata Tinjomoyo Semarang.

 

HALO SEMARANG – Rencana pembangunan Jambatan Kaca Tinjomoyo yang akan dibangun tahun 2020 ini, sempat ditunda oleh Pemkot Semarang akibat adanya refokusing anggaran dampak pandemi Covid-19.

Namun rencananya itu kemungkinan kembali akan direalisasikan pada tahun 2021 mendatang, setelah Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang mengusulkan kembali proses pembangunan jembatan kaca di Hutan Wisata Tinjomoyo, Kecamatan Gajahmungkur.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Sih Rianung mengatakan, jembatan kaca ini akan dibangun di atas sungai Kaligarang, yang melintas di dekat Hutan Wisata Tinjomoyo, Semarang.

“Setelah ditunda pekerjaannya karena dampak pandemi, jembatan kaca ini rencanya akan dibangun tahun 2021 nanti. Dengan tinggi 25 meter, panjang 60 meter, dan lebar 3 meter. Anggaran yang disiapkan Rp 12 miliar,” katanya ketika ditemui di kantornya, Selasa (20/10/2020).

Menurutnya proses pekerjaan itu menurutnya sudah siap. Baik perencanaan maupun administrasi untuk pra-lelang. Karena sebenarnya prosesnya akan dikerjakan tahun 2020 ini.

“Harapannya kalau sudah jadi, jembatan kaca ini akan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Semarang. Jadi pengunjung saat melintas jembatan tersebut bisa melihat bawah dengan pemandangan aliran sungai,” katanya.

Sebagai informasi, hutan wisata Tinjomoyo Semarang merupakan bekas kebun binatang Tinjomoyo Kota Semarang.

Potensi wisata alam ini dalam beberapa tahun terakhir mulai dibangkitkan lagi sebagai obyek wisata.

Dulunya kebun binatang Tinjomoyo merupakan rujukan warga Kota Semarang yang ingin melihat berbagai jenis fauna dan flora dengan suasana hutan yang rindang.

Namun tahun 2007, seluruh hewan dipindah ke lokasi baru di daerah Mangkang Semarang.

Kala itu ada banjir besar di Kaligarang sehingga akses berupa jembatan terputus. Pemerintah Kota Semarang kemudian memutuskan memindahkan lokasi kebun binatang.

Kini nama lokasi bekas kebun binatang itu dikenal sebagai hutan wisata Tinjomoyo. Sejak terbengkalai, ternyata masih banyak wisatawan yang datang untuk berfoto di jembatan kayu, jembatan merah, atau di sekitar sungai.

Namun beberapa tahun lalu, jembatan kayu yang mulai lapuk sudah diperbaiki menjadi jembatan beton yang kokoh.
Jembatan kokoh itu merupakan pertanda kalau hutan wisata Tinjomoyo akan dihidupkan kembali.

Dan jembatan kaca tersebut nantinya akan dibangun di dekat jembatan yang sudah ada.

Hal ini untuk menarik wisatawan agar lebih banyak orang yang berkunjung ke sana.

Pemkot Kota Semarang pun mulai serius menggarap kembali Tinjomoyo. Lokasi itu akan disulap menjadi tempat Instagramable, salah satunya dengan dipasangi hammock atau ayunan pohon warna-warni.

Sementara Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang, Danur Rispriyanto mengatakan, pihaknya berharap program pembangunan yang tertunda di tahun 2020 akibat refokusing anggaran, bisa kembali diselesaikan pada tahun 2021 nanti.

Khususnya beberapa pekarjaan yang jadi prioritas Pemkot Semarang untuk memuluhkan ekonomi masyarakat yabg terdampak pandemi.

“Ada beberapa prioritas pembangunan yang harus segera dilakukan. Di antaranya pengendalian banjir, pemulihan ekonomi akibat pandemi, serta program lainnya. Kami juga mendorong dinas mitra kami untuk menganggarkan kembali proyek pembangunan yang sempat tertunda di 2020 ini,” tandasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.