Halo Semarang
Take a fresh look at your lifestyle.

Sempat Cedera Panjang, Marini Berpotensi jadi Idola Baru di PSIS

Claudir Marini Jr saat berlatih bersama Hari Nur (foto dokumen pribadi Instagram @jr.marini).

 

 

SOSOKNYA sempat disangsikan bisa kembali ke performa terbaik setelah mengalami cedera panjang jelang bergulirnya kompetisi Liga 1 2019. Didatangkan langsung dari Brasil dan pernah bermain untuk klub di negara asalnya, Corinthians, Marini malah mengalami cedera sesaat setelah didatangkan PSIS sebagai pengganti striker Bruno Silva yang hijrah ke Liga Arab. Padahal saat itu PSIS sudah masuk ke tahap pemantapan jelang bergulirnya kompetisi Liga 1 2019.

Atas cedera itu, pemain yang memiliki spesialis te dangan keras ini setidaknya harus menepi untuk penyembuhan cedera kaki kirinya selama beberapa bulan.

Cedera ini didapat Marini dalam laga uji coba PSIS menghadapi tim Liga 3 Jawa Tengah, Persikama Kabupaten Magelang, Sabtu (6/4/2019) lalu.

Marini yang saat itu mencetak hattrick untuk PSIS dalam kemenangan timnya 10-0, harus menelan pil pahit usai dihadang pemain Persikama pada menit ke 80.

Insiden tersebut membuatnya tak sanggup melanjutkan pertandingan. Saat itu, Marini bahkan berteriak kesakitan karena tak kuasa menahan sakit pada kaki kirinya.

Atas cedera parah tersebut PSIS tak mendaftarkannya ke operator komperisi pada awal Liga 2019. Untuk gantinya, manajemen meminjam Silvio Escobar dari Persija guna mengisi slot satu pemain asing yang sebelumnya direncanakan diisi Claudir Marini.

Setelah menjalani perawatan panjang, pemain berusia 27 tahun tersebut akhirnya baru bisa kembali merumput dan membela PSIS pertengahan Agustus ini. Karena melihat performanya dalam latihan, manajemen akhirnya mendaftarkannya ke operator liga di jendela transfer setengah musim pada 27 Agustus 2019 lalu. Konsekuensinya, PSIS harus mencoret jatah satu pemain non-Asia. Pihak manajemen pun akhirnya mencoret Silvio Escobar yang dinilai penampilannya kurang maksimal dan digantikan Claudir Marini Jr.

Setelah bisa menjalani debut, dan mencetak satu gol untuk membawa timnya menahan imbang 1-1 Arema Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (31/8/2019), pemain berkepala pelontos tersebut mengaku sangat bersyukur. Apalagi sebelumnya dia mengalami masa yang paling sulit dalam karirnya, cedera parah.

“Terima kasih kepada Tuhan yang telah membuat saya bisa bangkit di masa-masa sulit karena cedera. Sekarang saya bersyukur bisa kembali bermain, setelah beberapa bulan saya tidak pernah bermain bola dan hanya menjalani pemulihan,” ujar Marini usai laga tersebut.

Marini berterima kasih kepada CEO PSIS, Yoyok Sukawi yang terus memberikan kepercayaan kepada dirinya meski cedera parah. Selain itu juga istrinya yang selalu mendampinginya selama masa sulit tersebut.
Dia mengatakan gol tersebut dipersembahkan kepada masyarakat Kota Semarang dan Magelang.

“Terima kasih juga kepada pelatih yang memberikan kesempatan saya menjadi starter dan saya akan berusaha terus mencetak gol,” imbuhnya.

Sementara, Pelatih PSIS, Bambang Nurdiansyah mengaku bersyukur Marini bisa sembuh dan dapat bermain bersama PSIS. Menurutnya, hasil imbang ini bisa membangkitkan mental tim yang terpuruk akibat hasil buruk di beberapa laga terakhir.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang