Seminar Banggar: Tumbuhkan Sikap Tenggangrasa Antar-Sesama Untuk Wujudkan Ketahanan NKRI

Seminar Banggar Anggota Komisi IX DPR RI, Fadholi, di Kantor DPD Nasdem Kendal, Minggu sore (25/4/2021).

 

HALO KENDAL – Satu contoh sikap memperkuat persatuan dan kesatuan dalam masyarakat di antaranya adalah mengembangkan sikap toleransi terhadap sesama.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI Fadholi dalam Seminar Banggar yang bertema “Menumbuhkan Sikap Tenggangrasa Antar-Sesama Untuk Mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia”, di Kantor DPD Nasdem Kendal, Minggu (25/4/2021).

Menurutnya, perilaku yang mencerminkan rasa persatuan dan kesatuan bisa dimulai dari lingkup keluarga.

- Advertisement -

“Di antaranya saling mencintai sesama anggota keluarga, mengakui keberadaan dan fungsi tiap-tiap anggota keluarga. Kemudian selalu terbuka antar-anggota keluarga dan mengedepankan sikap tenggang rasa, atau tepo sliro bahasa jawanya,” kata politisi Partai Nasdem ini.

Dijelaskan, toleransi menjadi penting untuk dipahami dan diterapkan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk dengan bebagai macam suku bangsa, budaya, dan kebiasan.

“Persatuan dan kesatuan berasal dari kata satu yang berarti utuh, tidak pecah belah, persatuan mengandung pengertian disatukannya berbagai macam corak yang beraneka ragam menjadi satu kebulatan,” jelas Fadholi.

Dengan kata lain, hal-hal yang beraneka ragam itu, setelah disatukan, menjadi sesuatu yang serasi, utuh dan tidak saling bertengkar antara satu dengan yang lain.

“Saya contohkan sikap yang mencerminkan rasa persatuan dan kesatuan di lingkup masyarakat. Bisa dengan mengikuti kerja bakti atau gotong royong membersihkan lingkungan,” ujar Anggota DPR RI dari dapil I Jawa Tengah.

Kemudian, lanjut Fadholi, hidup rukun bisa diwujudkan dengan semangat kekeluargaan dengan tetangga, menyelesaikan masalah sosial bersama-sama, dan tidak diselesaikan sendiri.

“Selain itu juga bergaul sesama warga dengan tidak membedakan agama, suku, atau ras. Dan yang terakhir bersikap ramah kepada semua orang,” imbuhnya.

Sebagai penutup, Fadholi mengingatkan sikap tenggang rasa atau saling membantu satu sama lain, juga merupakan hal yang harus selalu diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Dengan melakukan hal tersebut, maka kita bisa hidup dengan rukun dan bersatu padu demi keutuhan negara, serta menghindari intrik antarsesama rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Acara seminar yang dihadiri perwakilan masyarakat dari beberapa kecamatan di Kendal tersebut dengan mengedepankan protokol kesehatan dan diakhiri dengan berbuka puasa bersama.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.