Seminar Banggar: Peran Pemuda Dalam Mewujudkan Kerukunan Antar-Umat Beragama

Anggota DPR RI Fadholi saat memberikan materi dalam Seminar Banggar di Balai Desa Karangayu, Kecamatan Cepiring, Senin (26/4/2021).

 

HALO KENDAL – Menciptakan kerukunan umat beragama baik di tingkat daerah, provinsi, maupun nasional merupakan kewajiban seluruh warga negara beserta intansi pemerintah lainya.

Menurut, Anggota Komisi IX DPR RI, Fadholi, kerukunan beragama merupakan suatu fondasi penting dalam menciptakan suatu keharmonisan antarlapisan masyarakat yang berbeda-beda latar belakang.

Dalam hal ini, yang memiliki peran penting adalah pemuka agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah. Selain peran mereka, ada pula peran pemuda.

Hal tersebut disampaikan Fadholi, saat menjadi nara sumber dalam Seminar Banggar “Peran Pemuda di Kehidupan Sehari-hari Dalam Menjaga Kerukunan Antar Umat Beragama, Demi Mewujudkan Ketahanan Nasional”, di Balai Desa Karangayu, Kecamatan Cepiring, Senin (26/4/2021).

Ditegaskan oleh Politisi Partai Nasdem tersebut, pemuda adalah orang-orang yang masih produktif dalam kehidupan bermasyarakat.

“Pemuda itu masih bisa diandalkan dalam berbagai kegiatan apapun. Termasuk upaya dalam mewujudkan kerukunan umat beragama. Di antaranya menerapkan ajaran toleransi, mengadakan dialog interaktif, menyumbangkan ide atau gagasan yang baru dan kreatif untuk membangun perdamaian,” tandasnya.

Selain itu, lanjut Fadholi, pemuda harus selalu bisa menganalisa dan mengurai atas paradigma baru yang ia dapatkan.

Faktor pendukung lain, adalah dari tokoh agama. Khususnya dalam membentengi paham-paham yang tidak sesuai dengan Pancasila, yang bisa mengganggu ketahanan nasional.

“Misal dengan mengadakan sosialiasi kedamaian, dan mengajak masyarakat sekitar untuk bersama-sama menciptakan kerukunan. Sehingga bisa ikut mewujudkan ketahanan nasional,” imbuhnya.

Karena menurut Fadholi, keberagaman dalam berbagai aspek kehidupan bagi bangsa Indonesia adalah hal yang tidak mungkin dihindari.

“Dampak keberagaman tersebut Indonesia tidak terlepas adanya konflik dan kekerasan bernuansa keagamaan. Konflik dan kekerasan tersebut dapat disebabkan berbagai faktor yang berkaitan (politik, ekonomi, budaya, dan pendidikan),” tuturnya.

Untuk itu, menurutnya, pemuda juga mempunyai peran yang strategis dalam mengaktualisasikan ajaran-ajaran agama tentang toleransi dan perdamaian dalam kehidupan sehari-hari.

“Baik itu saat bergaul dengan sepantaran ataupun saat berkumpul di tengah masyarakat. Melalui nilai-nilai toleransi ini, hendaknya pemuda dapat memberikan kontribusi yang besar dalam upaya menciptakan kerukunan antarumat beragama. Mengingat posisi pemuda yang biasanya memiliki sikap kritis,” ungkap Fadholi.

Sebagai penutup, Fadholi menekankan toleransi antarumat merupakan sikap terbuka dalam menghadapi perbedaan, yang di dalamnya terkandung sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan atau eksistensi yang ada dari masing-masing pihak.

“Perbedaan agama hendaknya tidak menjadi ancaman, namun justru peluang untuk saling bersinergi secara positif sehingga tercipta kerukunan antarumat beragama,” pungkasnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.