in

Semeru Meletus, Polres Lumajang Langsung Lakukan Penyekatan

Polsek Candipuro bersama Koramil Candipuro dan Dinas Perhubungan Lumajang, menutup jalur menuju Curah Kobokan Pronojiwo, di pertigaan jembatan Gunung sawur Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. (Foto : tribratanews.lumajang.jatim.polri.go.id)

 

HALO SEMARANG – Polres Lumajang, bersama TNI dan Pemkab Lumajang, bergerak cepat menanggapi peristiwa erupsi Gunungapi Semeru, dengan menutup jalur Curah Kobokan Pronojiwo.

Penutupan dilakukan oleh Kapolsek Candipuro, AKP Sajito, bersama anggota Polsek Candipuro, Koramil Candipuro, dan Dinas Perhubungan Lumajang, di pertigaan jembatan Gunung sawur Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

Kapolsek Candipuro, AKP Sajito, seperti dirilis tribratanews.lumajang.jatim.polri.go.id, mengatakan bahwa Gunung api Semeru sudah beberapa kali erupsi, sejak 2 Desember 2022 hingga dini hari tadi, Minggu (4/12/2022).

Dari pos pemantauan Gunung Api Semeru di Gunung Sawur, Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro, terlihat Gunung Semeru memuntahkan abu setinggi lebih kurang 1.500 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna kelabu tersebut mengarah ke tenggara dan selatan.

Sebelumnya, Gunung Semeru juga mengeluarkan kolom abu putih hingga kelabu setinggi kurang lebih 500 meter pada Sabtu (3/12/2022). Kolom abu tersebut mengarah ke bagian selatan.

Erupsi Gunung Semeru tersebut terjadi pada Minggu pagi hari ini pukul 05.20 WIB dan terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 20 mm serta durasi 75 detik.

Tepat satu tahun pasca erupsi pada 4 Desember 2021 lalu, aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih cukup tinggi, ucap AKP Sajito.

Disampaikan juga oleh AKP Sajito, masyarakat diimbau selalu mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung api Semeru,

“Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” kata dia.

Sementara itu, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, juga telah turun ke lapangan, untuk melakukan kaji cepat dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

“Kami sudah berada di pos pantau. APG saat ini masih berlangsung dengan jarak antara 5 sampai 7 kilometer. Pos pantau kita jaraknya kurang lebih 12 kilometer dari puncak,” jelas Joko Sambang, Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Lumajang, seperti dirilis bnpb.go.id.

Joko menambahkan, berdasarkan pantauan di lapangan bersama tim PVMBG, abu vulkanik terlihat membumbung tinggi ke atas dan cenderung mengarah ke selatan.

Sebagai antisipasi adanya dampak risiko abu vulkanik, tim BPBD Kabupaten Lumajang juga membagikan masker gratis kepada masyarakat.

“Abu vulkanik mengarah ke selatan, ke Rowo Baung. Di sana sudah ada teman-teman membagikan masker dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat,” terang Joko. (HS-08)

Gunung Semeru Meletus, PVMBG Ingatkan Bahaya Lontaran Batu Pijar

Letusan Gunung Semeru di Darat, Tapi Jepang Langsung Waspada Tsunami