in

Sembilan Mahasiswa USM Berlaga di PON XX Papua, Optimistis Raih Medali

Dinda Putri Ivoliana mahasiswi USM yang tergabung tim bola voli putri Kontingen Jawa Tengah.

 

HALO SEMARANG – Sembilan mahasiswa Universitas Semarang (USM) terjun mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang akan digelar beberapa hari ke depan di Papua.

Terbagi, delapan mahasiswa memperkuat Kontingen Jawa Tengah di antaranya, Dandung O’neal P, Deni Surya Anggalaksana, dan Zulfikar Nur M pada cabang olahraga (cabor) bola basket, Jesica Nur Salsabilla, Tsamarah Tsabitah, Fauzi Akbar Pamungkas, dan Moehammad Arie Pratama di cabor taekwondo, serta Dinda Putri Ivoliana pada cabor bola voli.

Sementara satu mahasiswa untuk kontingen Bangka Belitung yaitu, Jefrey Devanus Emanuel pada cabor bola basket.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Semarang, Dr Supari MT mengatakan, sembilan atlet kebanggaannya diharapkan dapat mengharumkan nama almamater dan kontingen, baik Jawa Tengah maupun Bangka Belitung.

“Kami berharap atlet yang tergabung dalam kontingen PON XX Papua kali ini bisa meraih prestasi, membawa pulang medali yang membanggakan Provinsi Jawa Tengah dan Bangka Belitung, serta mengharumkan nama baik USM,” kata Supari, Sabtu (25/9/2021).

Ia menuturkan, sekarang ini beberapa mahasiswanya sudah menginjakkan kakinya di Bumi Cenderawasih. Sedangkan lainnya akan menyusul ke sana, berdasarkan jadwal pertandingan.
Pihaknya menjanjikan pemberian bonus bagi atlet yang berprestasi. Hal itu, tak lain sebagai upaya mendorong kiat-kiat berlatih dan memantik mahasiswa untuk lebih menorehkan prestasi.

“Kami siapkan bonus khusus untuk para atlet berprestasi, selain itu prestasi ini akan mendorong mahasiswa lain untuk lebih berprestasi,” ungkap Supari.

Terpisah, perwakilan atlet kebanggaan USM, Dinda Putri Ivoliana, mahasiswi yang memperkuat tim bola voli putri Kontingen Jawa Tengah ini optimistis memberikan hasil yang terbaik dalam ajang olahraga nasional empat tahunan itu.

“Setelah melalui perjalanan panjang seperti dari latihan ringan ke berat dari yang tangannya cedera. Itu semua berkat usaha dan doa yang selalu aku lakukan. Jadi, aku merasa setiap langkah adalah proses dan ketika ada proses pasti ada kemajuan,” ungkap Ivo panggilan akrabnya.

Keseriusan putri pasangan dari Muhamad Haris Gunarto dan Hanny ini dibuktikan saat menjalani pemusatan latihan daerah (Pelatda) sejak bulan Mei lalu. Saat ditempa, dara yang bersama tim voli Jateng pernah menyabet runner-up Pra-PON 2019 itu memiliki motto “There is a process, there is a progress”, menurutnya setiap ada proses pasti ada kemajuan.

“Aku benar-benar merasakan bahwa itu nyata, mungkin mendapat kejuaraan tingkat nasional sudah menjadi makanan sehari-hari bagi sebagian orang hebat, bagiku itu bukan hanya kesempatan untuk mendapat pengalaman. Itu juga sesuatu yang perlu dibanggakan karena masih banyak orang yang juga ingin merasakan pengalaman itu dan belum bisa mendapatkannya,” ungkap Ivo gadis kelahiran Semarang 21 tahun lalu.(HS)

Share This

Kapolres Pekalongan Kota Bagikan Paket Sembako, Edukasi Prokes dan Tertib Berlalu Lintas

PTM Menjadi Perhatian, Peran Ibu Dibutuhkan untuk Memutus Mata Rantai Covid-19