Sembilan Kali WTP, Kabupaten Semarang Terima Penghargaan Menkeu

Kepala KPPN Semarang II Jumiarsih menyerahkan penghargaan opini WTP, kepada Bupati Semarang Mundjirin, di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang. (Foto:jatengprov.go.id)

 

HALO SEMARANG – Sembilan kali berturut-turut, Pemerintah Kabupaten Semarang meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK, untuk laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD).

Penghargaan untuk opini WTP 2019, diserahkan Menteri Keuangan RI melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Semarang II kepada Bupati Semarang di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Rabu (21/10/2020).

Kepala KPPN Semarang II Jumiarsih, mengatakan opini WTP diberikan karena LKPD tahun anggaran 2019 memiliki kecukupan pengungkapan informasi keuangan dan efektivitas pengendalian internal lembaga. Selain itu juga dinilai memenuhi tingkat kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Secara keseluruhan, LKPD tahun anggaran 2019 telah sesuai standar akuntansi pemerintah,” tegasnya.

Meski begitu, Jumiarsih berharap Pemkab Semarang terus berupaya meningkatkan mutu pelaksanaan dan pelaporan keuangan daerah. Sehingga nantinya pemanfaatannya akan semakin efektif.

Bupati Semarang Mundjirin, menghargai perhatian dari Menteri Keuangan RI yang memberikan penghargaan atas kinerja jajarannya mengelola keuangan daerah.

“Penghargaan ini merupakan perhatian yang memotivasi kami untuk bekerja lebih baik lagi. Semoga bisa meraih WTP sepuluh kali berturut-turut dan seterusnya,” katanya.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKUD) Kabupaten Semarang Abdullah Masykur, menjelaskan opini WTP merupakan opini tertinggi untuk laporan keuangan pemerintah daerah tahun anggaran 2019. Selain itu, Pemkab Semarang juga menerima plakat penghargaan untuk kabupaten yang lima kali berturut-turut meraih opini WTP tanpa jeda.

“Kami berharap tahun depan bisa kembali meraih opini WTP,” ujarnya.

Pada acara itu, juga diberikan penghargaan dan hadiah dari Bupati Semarang kepada desa yang lunas tercepat pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), sebelum jatuh tempo September 2019.

Untuk kategori PBB baku di atas Rp100 juta, tercepat lunas pertama Desa Rembes Kecamatan Bringin, kedua Truko (Bringin) dan Plumutan (Bancak). PBB baku di bawah Rp100 juta, Desa Kwarasan (Jambu), Jetis (Kaliwungu) dan Bancak (Bancak).

Penghargaan juga diberikan kepada BKUD, Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga sebagai SKPD pengelola pendapatan daerah terbaik tahun 2019. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.