Semarang Waspada Bencana

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Muhammad Afif.

 

HALO SEMARANG – Kota Semarang menjadi salah satu daerah di Provinsi Jawa Tengah yang diberikan peringatan dini oleh Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terkait akan terjadinya cuaca ekstrem beberapa hari ini.

Bahkan, BMKG Stasiun Klimatologi Kota Semarang mencatat, dari peta sebaran curah hujan harian Kota Semarang pada (6/2/2021) pukul 07.00 WIB, terukur curah hujan dengan intensitas lebat-ektrem. Terukur curah hujan pukul 07.00 WIB di Stasiun Meteorologi Ahmad Yani sebesar 171 milimeter (mm).

Untuk itu, dengan adanya peringatan dini dari BMKG tersebut, cuaca ektrem masih akan terus berlangsung hingga beberapa hari ke depan.

- Advertisement -

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang pun mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan di wilayahnya masing-masing.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Muhammad Afif mengatakan, dirinya meminta kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana banjir susulan. Karena menurut BMKG, hujan intensitasnya masih tinggi. Antisipasi salah satunya dengan melakukan mengamankan barang-barang berharga dan mencari lokasi yang aman.

Tidak hanya kejadian banjir, tapi juga bencana tanah longsor yang juga melanda pada Sabtu (6/2/2021) dan Minggu (7/2/2021) di beberapa wilayah di Kota Semarang.

“Sehingga kami juga mengimbau kepada masyarakat terutama yang bermukim di sekitar kawasan rawan terjadinya tanah longsor harus ektra waspada. Dan berharap tidak melakukan penebangan pohon yang berfungsi untuk melindungi tanah tersebut dari longsor,” pinta politisi PKS ini.

Di Kota Semarang sendiri, lanjut Afif, ada daerah tertentu yang sudah dipetakan oleh BPBD, yang sebagian wilayahnya sebagai daerah rawan longsor.

“Seperti daerah Bendan yang kemarin telah longsor, dan sebagian daerah Gunungpati, serta daerah lainnya yang termasuk dalam kategori rawan bencana tanah longsor. Saya ingatkan juga, setelah kejadian banjir, warga untuk bisa saling membantu dalam melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan, mengecek selokan, dan got dari tumpukan sampah. Agar aliran air tidak tersumbat yang dapat menyebabkan hal-hal yang tidak kita inginkan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Semarang, Sukasno mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem pada Sabtu tanggal 6 Februari dari Pukul 01.30 WIB, dan telah diupdate pukul 05.20 WIB. Dan Kota Semarang termasuk salah satu wilayah yang masuk dalam peringatan dini tersebut.

“Hujan lebat hingga sangat lebat disertai kilat yang berlangsung terus menerus pada Sabtu, 6 Februari 2021 pukul 02.00 hingga 05.30 WIB, menyebabkan genangan di beberapa titik di wilayah Kota Semarang. Berdasarkan data AWS Stasiun Klimatologi Semarang, hujan terukur sejak jam 00.10 WIB (17.10 UTC). Intensitas hujan mulai meningkat menjadi lebat dan sangat lebat sejak pukul 02.10 WIB (19.10 UTC). Periode intensitas lebat dan sangat sangat lebat berlangsung sampai dengan pukul 05.30 WIB (22.30 UTC),” katanya, dalam rilisnya.

Tercatat, curah hujan tertinggi terukur di Pos Hujan Beringin, Kecamatan Ngaliyan, dengan curah hujan 183 mm. Sementara curah hujan terendah di Pos Hujan Meteseh Kecamatan Tembalang yang tercatat 69 mm.

Berdasarkan pengamatan pada Citra Satelit Himawari, awan konventif sudah mulai tumbuh pada tanggal 6 Februari 2021 pukul 02.00 WIB, dan semakin bertambah hingga menjelang pukul 07.00 WIB.

Pertumbuhan awan tersebut memicu hujan yang terjadi di Kota Semarang dengan intensitas lebat sejak pukul 02.00 WIB, dan meningkat intensitasnya menjadi hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem pada pukul 05.00 sampai 06.00 WIB.

Dan kemudian mulai menurun intensitasnya hingga pukul 07.00 WIB.

Sukasno menjelaskan, analisis sementara menunjukkan pengaruh aktifnya Angin Monsun Dingin Asia, dan adanya daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.

Kondisi tersebut didukung dengan masa udara yang labil serta kelembapan udara yang cukup tinggi dari lapisan bawah hingga lapisan atas.

Sehingga mendukung proses pembentukan awan hujan di Jawa Tengah, khususnya sebagian besar wilayah pantura tengah-barat termasuk Kota Semarang.

analisis tersebut BMKG memperpanjang Peringatan Dini Hujan lebat hingga sepekan ke depan untuk wilayah Jawa Tengah.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.