Selama Puasa, Ini Olahraga Yang Dianjurkan

Foto Ilustrasi. (Dok/freeppik.com).

 

HALO SEMARANG – Selama menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadan, umat muslim dituntut menjaga kesehatan fisik agar kekebalan tubuh tetap terjaga.

Selain itu, nutrisi seimbang bersama cairan yang cukup juga dipercaya dapat menunjang stamina dan imun.

Menjalankan ibadah puasa bagi muslim tidak salahnya untuk melakukan aktivitas fisik seperti kegiatan berolahraga.

- Advertisement -

Bukan berarti sedang berpuasa tidak berolahraga. Sebab, kekebalan tubuh harus tetap dijaga, serta dapat meningkatkan kebugaran tubuh.

Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitaa Negeri Semarang (Unnes), Dr dr Mahalul Azam, MKes menjelaskan, melakukan aktivitas olahraga dapat dilakukan setelah sahur dan sebelum berbuka puasa.

Hal yang dianjurkan yaitu menjelang berbuka, di mana untuk mengisi waktu senggang sehari-hari (ngabuburit).

“Setelah sahur sekitar pukul 05.00 WIB dan sebelum berbuka puasa. Setelah buka juga boleh tapi itu plain terakhir, karena malam hari itu secara psikologis sebagai waktu untuk beristirahat,” kata Azam menjelaskan kepada halosemarang.id, Senin (19/4/2021).

Selain itu, juga proses pencernaan sedang berlangsung dan dapat mengganggu metabolisme tubuh. Azam menerangkan, olahraga malam adalah opsi terakhir dengan beberapa risiko yang telah disampaikannya.

Durasi yang dianjurkan yaitu cukup 30 menit. Menurutnya, waktu tersebut tepat dilakukan karena tubuh seseorang yang sedang berpuasa mudah mengalami dehidrasi.

“Intensitasnya waktu berolahraga ringan itu cukup 30 menit saja,” kata pria yang mengajar di Program Studi S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat itu.

Olahraga ringan, lanjut Azam, yang dapat dilakukan tidak berlebihan durasi, sebab akan berdampak pada kesehatan dan kelancaran beribadah.

“Olahraga ringan seperti jogging, bersepeda santai, yoga, pilates dan lainnya,” jelasnya.

Dikatakan Azam, setelah berolahraga untuk dapat melakukan jeda waktu atau istirahat. Ketika seseorang berolahraga, terdapat tiga unsur yang didapatkan.

“Unsur aerobik dapat meningkatkan kadiovaskular. Unsur strength yang dapat meningkatkan kekuatan otot dan sendi, dan melatih keseimbangan,” terang Azam.

“Selama puasa tetap berolahraga, lakukan dengan modifikasi, adaptasi yang benar serta teratur dan terukur,” tandas Azam.

Berikut jenis-jenis olahraga ringan yang bisa dilakukan saat puasa:

1. Jogging

Olahraga ini mudah dilakukan, sederhana, dan murah. Jogging atau lari kecil cukup efektif mengisi kegiatan saat Ramadan. Dapat meningkatkan kebugaran tubuh ketika berpuasa.

Olahraga ini rutin dilakukan dapat membakar lemak tubuh secara efektif. Efek positif psikologis dan fisiologis juga didapat, serta dapat menyeimbangkan/menurunkan berat badan

2. Bersepeda

Olahraga yang direkomendasikan bagi orang yang baru mulai berolahraga, obesitas, atau yang memiliki kerentanan cedera. Dalam bulan Ramadan, olahraga ini dianjurkan untuk mengisi kegiatan, baik pagi hari maupun sore hari menjelang waktu berbuka.

3. Yoga

Seperti olahraga lainnya, yoga dapat memberikan manfaat luar biasa untuk kesehatan. Saat puasa di bulan Ramadan tentunya perlu melakukan aktivitas fisik ringan.

Dengan rutin melakukannya, terbukti dapat menurunkan stres, mengendalikan/ menurunkan berat badan, serta memperlambat proses akumulasi lemak tubuh

4. Pilates

Banyak orang mengira, pilates termasuk bagian dari yoga. Namun, berbeda, pilates disusun sebagai memperkuat dan merehabilitasi tubuh supaya lebih kuat.

Saat berpuasa, setiap insan yang menjalankan sering mengalami dehidrasi. Dengan intensitas ringan, dapat memanfaatkan gerakan pilates untuk memperbaiki postur tubuh.(HS)

 

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.