Selama Masa Kampanye, Bawaslu di Jateng Bubarkan 14 Konvoi Pendukung Calon

Foto ilustrasi Pilkada 2020.

 

HALO SEMARANG – Hampir dua bulan masa kampanye Pilkada 2020, Bawaslu Provinsi Jawa Tengah berhasil membubarkan 14 konvoi para pendukung pasangan calon di tiga kabupaten yang menggelar Pilkada serentak.

Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Fajar Saka menyatakan, para pengawas Pilkada 2020 di sejumlah kabupaten membubarkan atau menghentikan sebanyak 14 kasus konvoi terkait jenis pelanggaran konvoi.

Menurutnya, sebanyak 14 kasus konvoi itu terjadi di Kabupaten Sukoharjo sebanyak tujuh kali, Kabupaten Klaten sebanyak lima kali, dan Kabupaten Pekalongan sebanyak dua kali.

“Yang terbaru, konvoi terjadi di Kabupaten Pekalongan pada 18 November lalu. Bawaslu Kabupaten Pekalongan telah membubarkan arak-arakan kampanye yang dilakukan oleh beberapa laskar relawan para pasangan calon. Konvoi massa beberapa laskar relawan dibubarkan karena melanggar protokol kesehatan,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima halosemarang.id, Jumat (20/11/2020).

Sesuai aturan, lanjut Fajar Saka, kampanye di masa pandemi harus sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Jika ditemukan adanya pelanggaran konvoi, lanjutnya, para pengawas Pilkada di Jawa Tengah berusaha untuk menghentikan/membubarkan konvoi tersebut.

Menurut Fajar,  ada peserta konvoi yang dengan legowo membubarkan diri. Namun ada juga peserta konvoi yang sudah dilarang tapi tetap melakukan konvoi.

“Berbagai upaya dilakukan agar para pendukung tak melakukan konvoi. Pencegahan tersebut melalui berbagai cara, seperti melalui surat resmi, melalui rapat koordinasi, hingga pencegahan di lapangan secara langsung. Upaya pencegahan tersebut banyak membuahkan hasil,” paparnya.

Dalam aturan Pilkada, lanjut Fajar Saka, telah diatur dalam Pasal 69 huruf j UU 10 tahun 2016 tentang Pilkada yang menyebutkan, bahwa dalam kampanye dilarang melakukan pawai yang dilakukan dengan berjalan kaki dan/atau dengan kendaraaan di jalan raya.

“Bagi yang melanggar atas ketentuan tersebut dikenai sanksi peringatan tertulis walaupun belum menimbulkan gangguan dan/atau penghentian kegiatan kampanye di tempat terjadinya pelanggaran,” katanya.

Untuk itu, Bawaslu Jawa Tengah mendesak kepada semua pihak agar dalam pilkada tetap mematuhi semua aturan terkait protokol kesehatan.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.