in

Selama Libur Hari Raya Idul Fitri, Objek Wisata Tetap Buka

 

Salah satu destinasi wisata di Kota Semarang, Gedung Lawang Sewu tetap dibuka selama libur Lebaran tahun 2021.

 

HALO SEMARANG – Selama libur Hari Raya Idul Fitri Tahun 2021, Pemerintah Kota Semarang akan tetap membuka objek wisata dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Indriyasari mengatakan, pihaknya ingin masyarakat Kota Semarang yang tidak mudik dapat menikmati kotanya sendiri.

Selama libur Lebaran, objek wisata diharapkan hanya dinikmati oleh warga Semarang saja. Sedangkan wisatawan luar kota tidak diperbolehkan.

“Sudah ada pos-pos penyekatan. Jadi kemungkinan kecil warga luar Semarang berkunjung. Harapan kami tidak ada, tapi perlu diketahui ada beberapa warga luar kota yang menetap di Semarang,” kata Iin, sapaan akrabnya, Jumat (7/5/2021).

Dia mengimbau seluruh pelaku sektor wisata, hotel, kafe, restoran, dan rumah makan untuk tetap berhati-hati dan konsisten menerapkan protokol kesehatan.

“Lakukan pembatasan, terapkan prokes secara ketat. Kalau sudah ramai tutup. Batasi pengunjung betul-betul,” ujarnya.

Disbudpar akan berkoordinasi dengan aparat kelurahan, Babinsa, dan Babinkamtibmas untuk melakukan pengawasan terhadap tempat wisata maupun industri wisata.

Satgas Covid-19 akan dioptimalkan untuk ikut memantau tempat-tempat wisata.

Di sisi lain, tempat hiburan akan tutup selama libur Lebaran mulai 11 -16 Mei 2021. Hal itu sesuai imbauan Disbudpar yang telah dikirim sejak sebelum Ramadan.

“Tempat hiburan dari awal sudah kami beri edaran awal puasa tutup, Lebaran juga tutup. Bar, longue, karaoke, SPA tutup,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman menilai, kebijakan pemkot membuka objek wisata bertujuan untuk memberi hiburan dan memberi ruang bagi masyarakat yang tidak mudik.

“Insya-Allah kalau yang berkunjung warga Semarang aman. Kalau yang berkunjung ke objek wisata orang di luar Semarang, ini yang perlu diantisipasi. Kami tidak bisa jamin,” ujar Pilus, sapaannya.

Pemkot dan Forkopimda Kota Semarang telah berupaya menghalau para pelaku perjalanan dari luar kota melalui penyekatan di sembilan posko perbatasan.

Dia juga mewanti-wanti agar penyekatan jangan sampai jebol. “Jika penyekatan dilakukan ketat, pemkot bisa memberi ruang kepada masyarakat secara aman,” pungkasnya.(HS)

Share This

Ganjar Resmikan Pembangunan Masjid Agung Purwokerto

Wagiman Dikarantina Karena Dilaporkan Istrinya Setelah Mudik Dari Jakarta