Selama 2020-2021 Beberapa Kasus Berhasil Diungkap Polres Kendal

Para tersangka dihadirkan dalam gelar kasus di halaman Mapolres Kendal, Senin (1/3/2021).

 

HALO KENDAL – Kapolres Kendal, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo, hari ini memimpin gelar beberapa perkara kasus di wilayah hukum Polres Kendal, yang terjadi selama tahun 2020 sampai awal tahun 2021, di halaman Mapolres Kendal, Senin (1/3/2021).

Yang pertama adalah tindak pidana pencurian dengan pemberatan, berupa pencurian sepeda motor di Desa Karangayu, Kecamatan Cepiring, Kamis (21/2/2021).

Tersangkanya adalah Rozikin (45), karyawan swasta warga Desa Rejosari, Kecamatan Brangsong.

Dijelaskan AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo, pelaku bersama temannya melakukan pencurian sepeda motor yang ditinggal pemiliknya di pinggir jalan, saat korban sedang bekerja di sawah.

“Tersangka berperan mengawasi lingkungan sekitar saat tersangka lain melakukan aksi curanmor menggunakan kunci leter T,” jelas Kapolres.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke 4 e KUHP tentang pencurian dengan prmberatan.

“Kepada tersangka dapat diancam dengan ancaman pidana maksimal tujuh tahun penjara,” tandas AKBP Raphael Sandhy.

Tindak pidana berikutnya adalah pemerasan disertai ancaman di Jalan Pelabuhan Kendal, Desa Wonorejo Kecamatan Kaliwungu, yang terjadi pada Minggu (31/2/2021) sekira jam 18.30 WIB.Tersangka bernama Muhamad Ashari (32), warga Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan Semarang, dan Ade Hidayat Pranidana (24), warga Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu Semarang.

“Modus pelaku mengaku sebagai anggota polisi yang akan melakukan pengerebekan balap liar. Kemudian modusnya meminta handphone dan kalung emas milik korban untuk diperiksa dengan diserti ancaman,” jelas Kapolres.

Atas perbuatannya pelaku dapat dijerat dengan pasal 368 KUHP tentang pemerasan.

“Untuk tersangka ini diancam dengan ancaman pidana maksimal sembilan tahun penjara,” imbuh Kapolres.

Tindak pidana selanjutnya adalah pencurian dengan pemberatan di konter handphone Terminal Cell Desa Karangdowo Kecamatan Weleri, yang terjadi Minggu (14/2/2021).

Tersangka Sis Patoni (31), warga Desa Pagergunung, Kecamatan Pageruyung.

“Pelaku masuk dengan cara menjebol atap konter dan mengambil HP yang ada di etalase. Atas perbuatannya pelaku dapat dijerat dengan pasal Pasal 365 ayat 1 ke 5e KUHP dengan ancaman pidana maksimal tujuh tahun penjara,” kata AKBP Raphael Sandhy.

Tindak pidana, berikutnya yakni pencurian dengan pemberatan di Kios Stempel Jl Pemuda Kecamatan Boja, yang terjadi Kamis tanggal (11/2/2021).

Pelaku bernama Slamet (34) warga Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung. Untuk melancarka aksinya, elaku merusak dinding kios milik korban yang terbuat dari triplek dengan alat bantu untuk masuk ke dalam kios guna mengambil barang korban.

“Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 363 ayat 1 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Yang ancaman pidananya maksimal tujuh tahun penjara,” kata Kapolres.

Tindak pidana selanjutnya, penggelapan mobil rental di Desa Meteseh Kecamatan Boja, yang terjadi pada Jumat (13/12/2020).

Tersangka bernama, Budi Cahyanto (56), warga Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik Semarang.

Modus pelaku menyewa mobil korban melalui saksi dengan janji sewa setiap hari Rp 100.000 yang dibayarkan kepada saksi setiap lima hari sekali.

“Tersangka mengaku kendaraan tersebut disewa untuk kerja pribadi sebagai ojek online,” terang Kapolres.

Namun oleh tersangka, lanjut AKBP Raphael Sandhy, sewa mobil terlambat dibayar dan bahkan mobil digadiakan atau dijadikan barang jaminan kepada orang lain tanpa seizin pemiliknya.

“Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 372 KUHP tentang tindak pidana penggelapan dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun,” tandas Kapolres.

Sementara itu, tindak pidana pencurian dengan pemberatan dilakukan oleh mantan pecatan anggota TNI, yang terjadi pada hari Kamis (7/1/2021).

Tersangka bernama Rofiudin Ardhiansyah (44), warga jalan Semeru Kelurahan Bandarjo RT 03 RW 07, Kecamatan Ungaran Barat.

“Modus tersangka datang ke toko modern Alfamart Kangkung pada malam hari. Kemudian tersangka memanjat dan kemudian merusak atau melepas baut dengan menggunakan kunci pas berukuran delapan inci yang sudah dipersiapkan,” kata Kapolres.

Kemudian tersangka mengambil barang dan memasukkan kedalam kardus untuk selanjutnya dijual.

“Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke 5e KUHP,” ujar Kapolres.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.